Faktual.news – Sebanyak 120 pengendara motor yang tergabung dalam rombongan Touring to Mandalika mendapatkan pengalaman yang tidak biasa dalam perjalanan mereka menuju Nusa Tenggara Barat. Alih-alih hanya menikmati aspal jalanan, para rider ini justru diajak mengintip langsung dapur produksi energi nasional di Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, pada Selasa (6/10).
Kunjungan ini menjadi agenda spesial di tengah perjalanan panjang mereka menuju Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok. Di sana, para peserta touring diajak untuk memahami bagaimana minyak mentah yang diekstraksi dapat berubah menjadi bahan bakar berkualitas tinggi yang siap mengisi tangki kendaraan mereka.

Selama berada di kawasan Refinery Unit (RU) Balongan, para peserta tidak hanya sekadar melihat-lihat. Mereka diberikan edukasi mendalam mengenai proses bisnis pengolahan minyak mentah hingga tahapan pengujian kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sangat ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap tetes BBM yang sampai ke tangan konsumen telah memenuhi standar yang ditetapkan.
Kilang Balongan sendiri memegang peranan yang sangat krusial bagi ketahanan energi di Pulau Jawa. Fasilitas ini menjadi tulang punggung pasokan BBM untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, hingga sebagian besar area Jawa bagian barat. Dengan kapasitas pengolahan yang mencapai 150 ribu barel per hari, kilang ini menjadi salah satu aset paling berharga milik Pertamina.
Ridho Edistyo Ramadhan, seorang Engineer di RCU Complex Process RU Balongan, menjelaskan bahwa kilang ini memiliki keunggulan teknologi yang luar biasa. "Kilang Balongan merupakan kilang dengan tingkat kompleksitas paling tinggi dari seluruh kilang milik Pertamina di Indonesia. Dengan Nelson Complexity Index (NCI) mencapai 11,9, kilang ini mampu menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi tinggi, termasuk Pertamax Turbo," jelas Ridho saat mendampingi para peserta.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menekankan bahwa kegiatan ini adalah bentuk transparansi dan edukasi kepada publik. Menurutnya, Pertamina ingin menunjukkan bahwa menjaga ketersediaan energi bukan sekadar soal distribusi, tetapi juga soal menjaga kualitas melalui pengujian laboratorium berstandar internasional.
"Kami ingin memberikan pengalaman baru bagi para rider, sekaligus memperlihatkan bagaimana upaya Pertamina dalam menjaga kualitas BBM melalui tahap pengujian yang berlapis," ungkap Baron.
Perjalanan touring ini dirancang secara strategis untuk melewati berbagai titik penting yang berkaitan dengan rantai bisnis Pertamina, mulai dari Pulau Jawa, Bali, hingga berakhir di Lombok. Para peserta juga telah merasakan langsung performa pelumas Pertamina Enduro dan bahan bakar Pertamax Turbo selama perjalanan dari Jakarta.
Melalui kegiatan ini, Pertamina berharap masyarakat dapat melihat lebih dekat kontribusi nyata perusahaan dalam menyediakan layanan energi yang andal. Kunjungan ini menjadi pembuka rangkaian keseruan para rider sebelum mereka menyaksikan ajang bergengsi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika pada 9-11 Oktober mendatang.


