Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Gebrakan Syariah Card Bank Mega Syariah

    30-09-2026 - 05.55

    Potensi Besar Ekonomi Hijau Indonesia

    30-09-2026 - 05.20

    Strategi Mandiri Dorong Sektor Produksi

    30-09-2026 - 02.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Gebrakan Syariah Card Bank Mega Syariah
    • Potensi Besar Ekonomi Hijau Indonesia
    • Strategi Mandiri Dorong Sektor Produksi
    • Nasib Manajer Kopdes yang Jauh dari Rumah
    • Nasib Masinis Kecelakaan Bekasi di Tangan KAI
    • Nasib INKA di Ujung Tanduk
    • Pelindo Pangkas Jumlah Anak Usaha
    • Potensi Ratusan Triliun dari Platform Digital
    Faktual News
    Home - Market - Potensi Besar Ekonomi Hijau Indonesia
    Market

    Potensi Besar Ekonomi Hijau Indonesia

    30-09-2026 - 05.2002 Mins Read0
    potensi besar ekonomi hijau indonesia

    Faktual.news – Pemerintah Indonesia memproyeksikan lonjakan besar dalam pasar tenaga kerja nasional melalui pengembangan sektor ekonomi hijau. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa transisi menuju ekonomi berkelanjutan ini diprediksi mampu menyerap hingga 5,3 juta tenaga kerja pada tahun 2029 mendatang.

    Dalam Seminar Nasional Green Economy 2045 yang digelar di Jakarta, Airlangga menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan tenaga kerja ini merupakan konsekuensi logis dari masifnya pengembangan energi terbarukan di tanah air. Namun, ia memberikan catatan penting bahwa sektor ini tidak sekadar membutuhkan jumlah pekerja yang banyak, melainkan juga menuntut kualifikasi keterampilan yang spesifik dan berbeda dari sektor konvensional.

    Potensi Besar Ekonomi Hijau Indonesia
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Pada tahun 2029, diperkirakan sektor ekonomi hijau ini dapat menampung hingga 5,3 juta orang," ujar Airlangga di hadapan para peserta seminar.

    Dampak ekonomi dari penyerapan tenaga kerja ini pun sangat signifikan. Menurut Airlangga, jika target penyerapan tenaga kerja tersebut tercapai, ekonomi Indonesia berpotensi mendapatkan tambahan kontribusi pertumbuhan sebesar 2,3 persen. Angka ini dianggap sangat krusial untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional di masa depan.

    Ia menekankan bahwa realisasi potensi besar ini sangat bergantung pada tiga faktor utama: intensitas pengembangan ekonomi hijau, masuknya arus investasi, serta komitmen agar kegiatan investasi tersebut dilakukan di dalam negeri. Airlangga memberikan perbandingan bahwa saat ini, tanpa dukungan masif dari energi hijau, ekonomi Indonesia sudah mampu tumbuh di angka 5,45 persen. Dengan adanya integrasi ekonomi hijau yang kuat, tambahan pertumbuhan sebesar 2,3 persen menjadi target yang sangat realistis untuk dicapai.

    Lebih lanjut, Airlangga memetakan bahwa motor penggerak utama ekonomi hijau di Indonesia akan bertumpu pada sektor energi. Sementara itu, sektor digital diprediksi akan menjadi penggerak di sisi hilir yang melengkapi ekosistem ekonomi berkelanjutan tersebut. Sinergi antara energi bersih dan teknologi digital ini diharapkan menjadi tulang punggung baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih ramah lingkungan.

    Meski memiliki prospek yang sangat cerah, Airlangga tidak menampik bahwa perjalanan menuju ekonomi hijau tidaklah mudah. Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan besar, terutama terkait penguasaan teknologi tinggi yang diperlukan untuk mendukung industri ini. Selain itu, pembangunan infrastruktur energi terbarukan seperti panas bumi (geothermal) dan tenaga air (hydro power) membutuhkan waktu konstruksi yang cukup panjang, yakni berkisar antara lima hingga tujuh tahun.

    Oleh karena itu, koordinasi antarlembaga dan kepastian regulasi menjadi kunci agar transisi energi ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif bagi masyarakat luas.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Gebrakan Syariah Card Bank Mega Syariah

      30-09-2026 - 05.55

      Strategi Mandiri Dorong Sektor Produksi

      30-09-2026 - 02.55

      Nasib Manajer Kopdes yang Jauh dari Rumah

      30-09-2026 - 02.20

      Nasib Masinis Kecelakaan Bekasi di Tangan KAI

      29-09-2026 - 23.55

      Nasib INKA di Ujung Tanduk

      29-09-2026 - 23.20

      Pelindo Pangkas Jumlah Anak Usaha

      29-09-2026 - 21.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Gebrakan Syariah Card Bank Mega Syariah
      • Potensi Besar Ekonomi Hijau Indonesia
      • Strategi Mandiri Dorong Sektor Produksi
      • Nasib Manajer Kopdes yang Jauh dari Rumah
      • Nasib Masinis Kecelakaan Bekasi di Tangan KAI

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.