faktual.news – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meluapkan kekesalannya atas maraknya praktik penyelundupan komoditas pangan, terutama beras, yang kini menjadikan Indonesia sebagai sasaran utama. Fenomena ini muncul seiring keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional, yang ironisnya justru memicu tekanan dari negara-negara eksportir yang kehilangan pasar. Amran menegaskan, upaya ilegal ini bukan kejadian baru, melainkan modus berulang yang mengancam stabilitas pangan dan kesejahteraan petani.
Menurut Amran, para penyelundup memanfaatkan potensi pasar domestik yang besar, ditambah dengan upaya negara-negara pengekspor untuk tetap bisa memasukkan produknya. Ia menyoroti serangkaian insiden yang menunjukkan pola serupa. "Ini sudah kejadian yang ketiga kalinya. Dulu di Sabang 200 ton, lalu Batam 1.000 ton, kemudian masuk Surabaya dengan bawang. Semarang juga, dan kini sudah sampai Jakarta. Ini sudah sangat keterlaluan," ujar Amran dengan nada geram dalam sebuah konferensi pers di Kantor Pusat Bea dan Cukai, Jakarta Timur.

Amran menekankan bahwa masalah penyelundupan pangan tidak bisa diremehkan hanya dari volume barang yang tertangkap. Dampaknya jauh lebih besar dan berpotensi merugikan negara triliunan rupiah serta mengancam kesehatan hewan ternak. Ia mengingatkan kembali kasus fatal pada 2022-2023, di mana satu kontainer daging ilegal memicu kerugian hingga Rp40 triliun bagi petani dan menyebabkan 2 juta sapi terjangkit Penyakit Kuku dan Mulut (PMK).
Aksi penyelundupan beras ilegal ini, lanjut Amran, merupakan ancaman serius yang mencederai kerja keras sekitar 115 juta petani Indonesia yang tengah menikmati hasil positif dari kemandirian pangan. Oleh karena itu, ia mendesak aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman seberat-beratnya kepada para pelaku maupun residivis mafia pangan. Tujuannya jelas, untuk menciptakan efek jera yang kuat dan mencegah terulangnya kejahatan serupa.
"Kami memohon kepada Kabareskrim. Dulu banyak yang bertanya, ‘Mana tersangkanya?’ Sudah ada 102 tersangka yang ditindak tegas atas perintah Bapak Presiden. Yang kemarin pun sudah kami kirim ke Pak Kapolri, ini tersangkanya. Semoga mereka bisa dihukum seberat-beratnya oleh Reskrim," tandas Amran, menegaskan komitmen pemerintah untuk memerangi mafia pangan demi menjaga kedaulatan pangan nasional.


