Faktual News MNC Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah hari ini, 31 Juli 2025, bergerak di kisaran 7.460-7.539. Meskipun diperkirakan akan menguji level 7.675-7.699, potensi koreksi ke rentang 7.460-7.539 tetap perlu diwaspadai. Penutupan perdagangan kemarin, 30 Juli 2025, mencatat koreksi 0,89 persen pada IHSG, mencapai level 7.549, didominasi tekanan jual dan menutup area gap.
Sebagai antisipasi, MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham dengan potensi keuntungan. Saham-saham tersebut meliputi PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Untuk ADRO, yang terkoreksi 1,04 persen ke level 1.900, MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy on Weakness di rentang 1.855-1.895, dengan target harga 1.975 dan 2.050, serta stoploss di bawah 1.800. Analisis mereka menunjukkan ADRO berada di bagian wave (iv) dari wave [a].
Sementara itu, BUKA yang menguat 2,04 persen ke level 150, direkomendasikan Buy on Weakness pada rentang 143-148, dengan target harga 154 dan 157, serta stoploss di bawah 141. MNC Sekuritas menilai BUKA berada di bagian wave [v] dari wave C.
MBMA, yang terkoreksi 2,83 persen ke 515, direkomendasikan Spec Buy di rentang 505-515, dengan target harga 555 dan 590, dan stoploss di bawah 496. Selama berada di atas 496, MBMA diperkirakan berada di awal wave [v] dari wave C.
Terakhir, TPIA, yang terkoreksi 1,33 persen ke 9.275, juga direkomendasikan Spec Buy di rentang 9.025-9.200, dengan target harga 9.550 dan 10.025, dan stoploss di bawah 8.750. Analisis MNC Sekuritas menempatkan TPIA di awal wave (5) dari wave [A].
Perlu diingat bahwa rekomendasi ini bersifat analisa teknikal dan investor disarankan untuk melakukan riset lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Pasar saham memiliki risiko, dan potensi keuntungan maupun kerugian selalu ada.
