Faktual News Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami koreksi. Analisis teknikal dari Phintraco Sekuritas menunjukkan indikator stochastic telah mencapai level overbought, menandakan potensi pembalikan arah. Ditambah lagi, peningkatan volume penjualan saham semakin memperkuat prediksi koreksi ini. IHSG, yang kemarin ditutup melemah di angka 7.188 (turun 0,35 persen), diperkirakan akan menguji level support di 7.100. Pergerakan fluktuatif menjelang long weekend kemarin diduga akibat aksi profit taking oleh investor.
Sentimen global juga turut mempengaruhi perkiraan ini. Data Durable Goods Orders Amerika Serikat bulan April 2025 yang diproyeksikan turun 7,9 persen month on month (mom), setelah sebelumnya naik 7,5 persen mom di bulan Maret, menjadi salah satu faktornya. Data Consumer Confidence AS bulan Mei 2025, yang diperkirakan naik menjadi 87,2 dari 86 di bulan April, juga akan menjadi sorotan.

Di Eropa, pasar akan mencermati data GfK Consumer Confidence Jerman bulan Juni yang diprediksi sedikit membaik, serta data inflasi Prancis bulan Mei yang diperkirakan mencapai 0,9 persen year on year (yoy).
Sebagai rekomendasi investasi, Phintraco Sekuritas menyarankan investor untuk memperhatikan saham-saham seperti PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Namun, investor tetap perlu berhati-hati dan mempertimbangkan risiko sebelum melakukan investasi. Situasi pasar yang dinamis menuntut analisis yang cermat dan strategi investasi yang tepat.
