Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tiket Pesawat Murah Menanti Libur Nataru

    23-10-2026 - 12.55

    Wujudkan Mimpi Hunian dan Kendaraan di Expo BRI

    23-10-2026 - 12.20

    Gebrakan Baru Suahasil di Kementerian Keuangan

    23-10-2026 - 10.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Tiket Pesawat Murah Menanti Libur Nataru
    • Wujudkan Mimpi Hunian dan Kendaraan di Expo BRI
    • Gebrakan Baru Suahasil di Kementerian Keuangan
    • Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini
    • Strategi Jaga Kelas Menengah
    • Targetkan 25 Juta Warga Punya Rekening Bank
    • Proyek Data Center AI Wajib Mandiri Energi
    • Nasib Petani Kecil Terancam Miskin
    Faktual News
    Home - Market - Warga Terancam Asap DEN Minta Layanan Medis
    Market

    Warga Terancam Asap DEN Minta Layanan Medis

    22-10-2026 - 05.5503 Mins Read0
    warga terancam asap den minta layanan medis

    Faktual.news – Krisis kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia kini memasuki fase yang mengkhawatirkan. Menanggapi situasi darurat ini, Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh polusi udara tersebut.

    Wakil Ketua DEN, Mari Elka Pangestu, menekankan bahwa penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada upaya pemadaman api di lapangan semata. Menurutnya, dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh asap kebakaran merupakan ancaman nyata yang memerlukan intervensi medis khusus, terutama di wilayah-wilayah yang menjadi pusat titik api.

    Warga Terancam Asap DEN Minta Layanan Medis
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Mari mengungkapkan bahwa usulan mengenai layanan kesehatan khusus ini telah disampaikan langsung dalam pembahasan strategis bersama Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama perhatian diarahkan pada enam titik krusial yang tersebar di Provinsi Kalimantan, Jambi, dan Riau, yang saat ini sedang berjuang melawan pekatnya kabut asap.

    "Kami menyarankan agar pemerintah menyediakan pelayanan kesehatan yang bersifat khusus bagi warga di lokasi-lokasi yang paling terdampak. Ini mencakup penyediaan masker secara masif dan bantuan medis lainnya untuk melindungi masyarakat dari paparan asap yang berbahaya," ujar Mari dalam keterangan persnya, Rabu (21/10).

    Selain aspek kesehatan, DEN juga mengingatkan pentingnya langkah preventif di lapangan, seperti pengairan lahan gambut untuk mencegah api kembali menyala. Hal ini dinilai krusial agar siklus kebakaran tidak terus berulang dan memperburuk kualitas udara di Indonesia.

    Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 19 Oktober 2026, upaya pemadaman masih terus dilakukan secara intensif. Dari total target lahan seluas 1.024,33 hektare yang harus ditangani, tim gabungan dilaporkan telah berhasil memadamkan 454,25 hektare. Namun, masih ada sekitar 570,08 hektare lahan yang saat ini masih dalam proses pemadaman dan pendinginan.

    Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan beban kerja terberat, di mana terdapat 389,39 hektare lahan yang masih dalam penanganan. Wilayah lain seperti Sumatra Selatan mencatat 108,50 hektare, disusul Jambi dengan 64,50 hektare. Sementara itu, di Kalimantan Selatan tersisa 7,50 hektare, dan Kalimantan Barat hanya menyisakan 0,19 hektare. Kabar baik datang dari Riau, di mana seluruh lahan terdampak seluas 3,30 hektare dilaporkan telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.

    Guna mempercepat proses pemadaman, pemerintah telah mengerahkan kekuatan besar melalui operasi udara dan darat. Sebanyak 49 armada udara telah diterjunkan, yang terdiri dari 32 unit helikopter untuk teknik water bombing serta 17 pesawat untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca. Di daratan, lebih dari 60 ribu personel gabungan dikerahkan untuk memastikan api dapat segera dikendalikan dan risiko kesehatan warga dapat diminimalisir.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Tiket Pesawat Murah Menanti Libur Nataru

      23-10-2026 - 12.55

      Wujudkan Mimpi Hunian dan Kendaraan di Expo BRI

      23-10-2026 - 12.20

      Gebrakan Baru Suahasil di Kementerian Keuangan

      23-10-2026 - 10.55

      Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini

      23-10-2026 - 10.20

      Strategi Jaga Kelas Menengah

      23-10-2026 - 08.55

      Targetkan 25 Juta Warga Punya Rekening Bank

      23-10-2026 - 08.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Tiket Pesawat Murah Menanti Libur Nataru
      • Wujudkan Mimpi Hunian dan Kendaraan di Expo BRI
      • Gebrakan Baru Suahasil di Kementerian Keuangan
      • Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini
      • Strategi Jaga Kelas Menengah

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.