Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Target Baru Penerimaan Negara

    24-10-2026 - 05.55

    Strategi Pemerintah Hadapi Ancaman La Nina

    24-10-2026 - 05.20

    Pemenang Penghargaan Energi Subroto 2026

    24-10-2026 - 02.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Target Baru Penerimaan Negara
    • Strategi Pemerintah Hadapi Ancaman La Nina
    • Pemenang Penghargaan Energi Subroto 2026
    • Prabowo Tekan Mentan Jaga Hutan Primer
    • Terang Benderang Hingga Pelosok Negeri
    • Libur Nataru Jadi Lebih Murah dengan Diskon Besar
    • Misi Digital Telkom di Kulon Progo
    • Ekonomi Indonesia Masuk 7 Besar Dunia
    Faktual News
    Home - Market - Nasib Petani Kecil Terancam Miskin
    Market

    Nasib Petani Kecil Terancam Miskin

    23-10-2026 - 05.2002 Mins Read0
    nasib petani kecil terancam miskin

    Faktual.news – Nasib para petani kecil di Indonesia kini tengah berada di titik nadir. Meski berbagai skema bantuan dan subsidi terus mengalir deras dari pemerintah melalui Kementerian Pertanian, kesejahteraan para pahlawan pangan ini dinilai masih jauh dari kata layak. Fenomena ini menjadi sorotan tajam Komisi IV DPR RI yang melihat adanya jurang pemisah antara target produksi nasional dengan realitas ekonomi yang dihadapi petani di lapangan.

    Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Hanan A. Rozak, mengungkapkan bahwa persoalan mendasar yang menjerat petani kecil adalah keterbatasan luas lahan yang mereka miliki. Kondisi ini menciptakan skala ekonomi yang sangat lemah, di mana hasil panen seringkali tidak mampu menutupi biaya produksi serta kebutuhan hidup sehari-hari yang terus melonjak.

    Nasib Petani Kecil Terancam Miskin
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Ini adalah persoalan yang tidak sederhana. Jika kita bicara tentang petani di Jawa, rata-rata mereka hanya memiliki lahan di bawah setengah hektar. Pertanyaannya, dengan lahan sesempit itu, apakah cukup untuk menghidupi keluarga dengan jumlah anggota yang terus bertambah?" ujar Hanan dalam sebuah diskusi publik di Jakarta Selatan, Rabu (21/10).

    Hanan menekankan perlunya transformasi besar-besaran dalam skala ekonomi usaha tani. Menurutnya, pola pengeluaran masyarakat pedesaan telah mengalami pergeseran drastis seiring dengan perkembangan zaman. Saat ini, beban ekonomi petani tidak lagi hanya terbatas pada kebutuhan pangan, tetapi juga mencakup biaya energi, listrik, hingga kebutuhan teknologi informasi seperti pulsa dan perangkat komunikasi yang kini menjadi kebutuhan pokok.

    "Bayangkan saja, biaya hidup sekarang sangat tinggi. Ada biaya listrik, pulsa, hingga kebutuhan pendidikan anak. Sangat sulit membayangkan bagaimana petani dengan lahan setengah hektar bisa hidup normal dan sejahtera di tengah tekanan biaya hidup seperti ini," tambahnya.

    Selain masalah ekonomi, Komisi IV DPR juga mencermati adanya ancaman krisis regenerasi di sektor pertanian. Saat ini, profil petani Indonesia didominasi oleh kelompok usia lanjut, dengan rata-rata usia mencapai 48 hingga 50 tahun ke atas. Kondisi fisik yang mulai menurun pada usia tersebut, jika tidak dibarengi dengan mekanisasi atau penggunaan mesin-mesin modern, akan membuat produktivitas lahan semakin merosot.

    Oleh karena itu, DPR mendorong pemerintah agar tidak hanya terpaku pada pencapaian angka produksi secara teknis semata. Pemerintah diminta untuk menerapkan kebijakan yang bersifat paralel, yakni menggabungkan kemajuan teknologi dengan kebijakan sosial-ekonomi yang nyata.

    "Kebijakan pemerintah harus berjalan beriringan. Jangan hanya fokus pada urusan teknis teknologi, tetapi kebijakan sosial-ekonomi juga harus diperhatikan secara serius. Salah satunya melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang harus benar-benar mampu membela kepentingan petani agar mereka merasa sejahtera," pungkas Hanan.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Target Baru Penerimaan Negara

      24-10-2026 - 05.55

      Strategi Pemerintah Hadapi Ancaman La Nina

      24-10-2026 - 05.20

      Pemenang Penghargaan Energi Subroto 2026

      24-10-2026 - 02.55

      Prabowo Tekan Mentan Jaga Hutan Primer

      24-10-2026 - 02.20

      Terang Benderang Hingga Pelosok Negeri

      23-10-2026 - 23.20

      Libur Nataru Jadi Lebih Murah dengan Diskon Besar

      23-10-2026 - 21.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Target Baru Penerimaan Negara
      • Strategi Pemerintah Hadapi Ancaman La Nina
      • Pemenang Penghargaan Energi Subroto 2026
      • Prabowo Tekan Mentan Jaga Hutan Primer
      • Terang Benderang Hingga Pelosok Negeri

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.