Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemenang Penghargaan Energi Subroto 2026

    24-10-2026 - 02.55

    Prabowo Tekan Mentan Jaga Hutan Primer

    24-10-2026 - 02.20

    Terang Benderang Hingga Pelosok Negeri

    23-10-2026 - 23.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Pemenang Penghargaan Energi Subroto 2026
    • Prabowo Tekan Mentan Jaga Hutan Primer
    • Terang Benderang Hingga Pelosok Negeri
    • Libur Nataru Jadi Lebih Murah dengan Diskon Besar
    • Misi Digital Telkom di Kulon Progo
    • Ekonomi Indonesia Masuk 7 Besar Dunia
    • Strategi Kreatif Vaseline Raih Penghargaan
    • Misteri Reklasifikasi MSCI dan Nasib IHSG
    Faktual News
    Home - Market - Prabowo Tekan Mentan Jaga Hutan Primer
    Market

    Prabowo Tekan Mentan Jaga Hutan Primer

    24-10-2026 - 02.2003 Mins Read0
    prabowo tekan mentan jaga hutan primer

    Faktual.news – Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terkait rencana ambisius perluasan lahan pertanian di Indonesia. Dalam sebuah rapat penting, Presiden menekankan bahwa upaya peningkatan produksi pangan nasional tidak boleh mengorbankan kelestarian alam, khususnya dengan membuka kawasan hutan primer.

    Instruksi tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Sidang Kabinet Paripurna, Jumat (23/10). Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran memaparkan rencana strategis pemerintah untuk menggarap lahan rawa mineral guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo langsung melontarkan pertanyaan krusial untuk memastikan komitmen pemerintah terhadap perlindungan lingkungan.

    Prabowo Tekan Mentan Jaga Hutan Primer
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Jadi kita tidak akan buka hutan primer untuk produksi pangan kita selanjutnya kita tidak perlu buka hutan primer?" tanya Prabowo kepada Amran. Menanggapi pertanyaan tersebut, Amran dengan tegas menyatakan kesiapannya untuk mematuhi arahan Presiden. "Siap, tidak Bapak Presiden," jawab Amran, yang kemudian disambut dengan respons positif oleh Presiden.

    Pemerintah saat ini tengah menyiapkan program pengembangan lahan skala besar yang menargetkan total area mencapai 2 juta hektare. Sebagai langkah awal, pemerintah akan memfokuskan penggarapan pada 500 ribu hektare lahan rawa mineral. Menariknya, proyek strategis ini nantinya akan dilakukan melalui kolaborasi bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

    Amran menjelaskan bahwa fokus utama pengembangan ini adalah lahan rawa mineral, bukan lahan gambut, guna menghindari kerusakan ekosistem yang lebih parah. Lahan-lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk menanam berbagai komoditas pangan esensial yang selama ini masih sering mengalami kekurangan pasokan di pasar domestik, seperti beras, jagung, dan kedelai.

    "Beras, jagung, kedelai, apa saja tanaman pangan yang kita butuhkan itu kita tanam. Jadi, yang mana minus, ini yang kita tanam nanti ke depan," ujar Amran dalam paparannya. Ia juga menegaskan bahwa program ini berbeda dengan rencana pengembangan lahan untuk produksi etanol.

    Berdasarkan data pemetaan pemerintah, terdapat potensi lahan rawa mineral seluas 2.078.756 hektare yang tersebar di 20 provinsi di seluruh Indonesia. Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah dengan potensi terbesar, yakni mencapai 356.276 hektare, diikuti oleh Sumatera Selatan dengan 375.006 hektare, serta Kalimantan Selatan sebesar 335.179 hektare.

    Selain wilayah Kalimantan, potensi lahan ini juga tersebar luas di Sumatera, mulai dari Aceh, Lampung, Sumatera Utara, Riau, hingga Jambi. Wilayah Papua juga memiliki potensi yang signifikan, termasuk di Papua Selatan dan Papua Tengah.

    Langkah besar pemerintah dalam memperluas lahan pertanian ini diproyeksikan menjadi kunci utama dalam menjamin ketersediaan pangan nasional. Dengan target pengembangan hingga 2 juta hektare, pemerintah berharap kemampuan produksi pangan Indonesia dapat melonjak tajam guna memenuhi kebutuhan penduduk yang diperkirakan akan mencapai 500 juta jiwa di masa mendatang.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Pemenang Penghargaan Energi Subroto 2026

      24-10-2026 - 02.55

      Terang Benderang Hingga Pelosok Negeri

      23-10-2026 - 23.20

      Libur Nataru Jadi Lebih Murah dengan Diskon Besar

      23-10-2026 - 21.55

      Misi Digital Telkom di Kulon Progo

      23-10-2026 - 21.20

      Ekonomi Indonesia Masuk 7 Besar Dunia

      23-10-2026 - 18.55

      Strategi Kreatif Vaseline Raih Penghargaan

      23-10-2026 - 18.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Pemenang Penghargaan Energi Subroto 2026
      • Prabowo Tekan Mentan Jaga Hutan Primer
      • Terang Benderang Hingga Pelosok Negeri
      • Libur Nataru Jadi Lebih Murah dengan Diskon Besar
      • Misi Digital Telkom di Kulon Progo

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.