Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Target Baru Penerimaan Negara

    24-10-2026 - 05.55

    Strategi Pemerintah Hadapi Ancaman La Nina

    24-10-2026 - 05.20

    Pemenang Penghargaan Energi Subroto 2026

    24-10-2026 - 02.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Target Baru Penerimaan Negara
    • Strategi Pemerintah Hadapi Ancaman La Nina
    • Pemenang Penghargaan Energi Subroto 2026
    • Prabowo Tekan Mentan Jaga Hutan Primer
    • Terang Benderang Hingga Pelosok Negeri
    • Libur Nataru Jadi Lebih Murah dengan Diskon Besar
    • Misi Digital Telkom di Kulon Progo
    • Ekonomi Indonesia Masuk 7 Besar Dunia
    Faktual News
    Home - Market - Target Baru Penerimaan Negara
    Market

    Target Baru Penerimaan Negara

    24-10-2026 - 05.5502 Mins Read0
    target baru penerimaan negara

    Faktual.news – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah membidik lonjakan signifikan dalam perolehan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor komoditas batu bara. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menargetkan angka penerimaan tersebut mampu menyentuh angka fantastis sebesar Rp165 triliun pada tahun 2026 mendatang.

    Langkah ambisius ini diambil sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat struktur fiskal nasional. Target yang jauh melampaui proyeksi awal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini diproyeksikan akan menjadi instrumen penting bagi pemerintah untuk menutup celah defisit anggaran, khususnya untuk membiayai beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang cukup besar.

    Target Baru Penerimaan Negara
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Dalam paparannya di hadapan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Kabinet Paripurna, Bahlil mengungkapkan bahwa tren penerimaan dari sektor ini menunjukkan grafik yang sangat positif. Berdasarkan data terbaru, realisasi PNBP batu bara hingga Oktober 2026 telah menyentuh angka Rp127,74 triliun. Jika dipresentasikan, angka tersebut sudah mencapai 98,42 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN.

    "Target kita ke depan adalah membantu Menteri Keuangan dalam rangka menambal defisit akibat subsidi BBM. Kita optimis akan mencapai angka Rp165 triliun," ujar Bahlil dalam keterangannya pada Rabu (21/10).

    Jika target Rp165 triliun tersebut berhasil dicapai, maka penerimaan negara dari sektor batu bara akan melampaui target APBN dengan selisih lebih dari Rp30 triliun. Hal ini menjadi kabar baik bagi stabilitas keuangan negara di tengah tantangan ekonomi global.

    Menariknya, lonjakan pendapatan ini terjadi di tengah dinamika pasar yang cukup kontradiktif. Bahlil menjelaskan bahwa meskipun volume ekspor batu bara mengalami tren penurunan, nilai ekspornya justru menunjukkan peningkatan yang tajam. Fenomena ini menunjukkan adanya peningkatan nilai jual rata-rata di pasar internasional.

    Sebagai perbandingan, pada periode Januari hingga September 2025, volume ekspor batu bara tercatat sebanyak 374 juta ton dengan nilai ekspor mencapai US$21 miliar. Namun, pada periode yang sama di tahun 2026, volume ekspor mengalami penyusutan menjadi 343 juta ton atau turun sekitar 30 juta ton. Meski volume fisik turun, nilai ekspor justru melonjak menjadi US$23,71 miliar.

    Bahlil, yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, menegaskan bahwa optimalisasi pendapatan dari sumber daya alam tetap menjadi prioritas pemerintah. Peningkatan PNBP ini diharapkan dapat memberikan ruang fiskal yang lebih luas bagi pemerintah untuk mendanai berbagai program strategis nasional, termasuk pembangunan infrastruktur dan penguatan jaring pengaman sosial.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Strategi Pemerintah Hadapi Ancaman La Nina

      24-10-2026 - 05.20

      Pemenang Penghargaan Energi Subroto 2026

      24-10-2026 - 02.55

      Prabowo Tekan Mentan Jaga Hutan Primer

      24-10-2026 - 02.20

      Terang Benderang Hingga Pelosok Negeri

      23-10-2026 - 23.20

      Libur Nataru Jadi Lebih Murah dengan Diskon Besar

      23-10-2026 - 21.55

      Misi Digital Telkom di Kulon Progo

      23-10-2026 - 21.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Target Baru Penerimaan Negara
      • Strategi Pemerintah Hadapi Ancaman La Nina
      • Pemenang Penghargaan Energi Subroto 2026
      • Prabowo Tekan Mentan Jaga Hutan Primer
      • Terang Benderang Hingga Pelosok Negeri

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.