Faktual News Pasar saham Indonesia memulai perdagangan hari ini dengan kabar gembira. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan lonjakan signifikan, menguat 0,75 persen ke level 7.170,92 pada pukul 09.00 WIB, meningkat dari penutupan kemarin di angka 7.117,59. Aktivitas perdagangan terbilang cukup ramai, dengan volume transaksi mencapai 368,53 juta saham dan nilai transaksi mencapai Rp330,14 miliar. Meskipun demikian, pergerakan IHSG masih terbilang dinamis, terlihat dari 85 saham yang terkoreksi, 222 saham menguat, dan 225 saham yang stagnan.
Analis dari Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, sebelumnya memprediksi rebound IHSG di kisaran 7.100 hingga 7.150. Prediksi ini tampaknya cukup akurat, mengingat penguatan yang terjadi di awal sesi perdagangan. Ratih melihat beberapa faktor yang memengaruhi pergerakan IHSG, termasuk koreksi empat hari beruntun sebelumnya dan outflow investor asing yang mencapai Rp142,8 miliar pada perdagangan kemarin. Secara akumulatif sejak awal tahun, outflow investor asing mencapai angka yang cukup besar, yaitu Rp48,72 triliun.

Menariknya, penguatan IHSG terjadi di tengah apresiasi bursa di kawasan Asia Pasifik. Indeks Nikkei 225 naik 1,26 persen dan Hang Seng menguat 0,70 persen. Pergerakan IHSG kemarin memang cukup volatil, terutama karena aksi profit taking di sektor energi dan metal mining setelah meredanya konflik Timur Tengah. Di sisi lain, Wall Street juga menunjukkan kinerja positif, didorong oleh sektor teknologi. Sentimen positif dari potensi gencatan senjata antara Iran dan Israel juga turut berkontribusi.
Minggu ini, pasar menantikan sejumlah sentimen global, termasuk keputusan suku bunga The Fed, KTT G7 di Kanada, dan keputusan suku bunga Bank Sentral Jepang (BOJ) yang diperkirakan mempertahankan suku bunga di level 0,5 persen. Semua faktor ini akan turut membentuk dinamika IHSG ke depannya. Apakah tren positif ini akan berlanjut? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.
