Faktual News melaporkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan kinerja impresif pada perdagangan Selasa, 10 Juni 2025. Penutupan IHSG melesat signifikan hingga 1,65 persen, mencapai level 7.230,74. Lonjakan ini cukup mengejutkan, mengingat pembukaan perdagangan di angka 7.113,43.
Data dari RTI Business menunjukkan dinamika pasar yang cukup menarik. Sebanyak 352 saham berhasil menguat, sementara 261 saham terkoreksi dan 195 saham stagnan. Nilai transaksi harian terbilang tinggi, mencapai Rp17,88 triliun dengan volume perdagangan 29,14 miliar saham dan 1,52 juta kali frekuensi transaksi.

Kenaikan IHSG ini bukan hanya fenomena sektoral, melainkan pergerakan yang cukup menyeluruh. Mayoritas indeks acuan juga ikut menguat. IDX30 misalnya, naik 1,42 persen ke level 423,06. LQ45 juga ikut meramaikan pesta kenaikan dengan penguatan 1,38 persen di angka 812,80. Sri-Kehati dan JII pun tak mau ketinggalan, masing-masing mencatatkan kenaikan 1,07 persen (372,31) dan 1,39 persen (507,04).
Sektor-sektor unggulan juga menunjukkan performa positif. Sektor teknologi memimpin dengan kenaikan 3,54 persen, disusul sektor transportasi (3,53 persen) dan energi (2,18 persen). Sektor infrastruktur dan keuangan juga ikut berkontribusi pada penguatan IHSG, masing-masing naik 1,42 persen dan 1,31 persen. Hanya sektor kesehatan (-0,98 persen) dan properti (-0,11 persen) yang mengalami pelemahan.
Beberapa saham mencuri perhatian dengan pergerakannya yang signifikan. Saham-saham seperti TOBA, SHIP, dan BVIC masuk dalam jajaran top gainers, sementara MBMA, SAMF, dan INCO berada di daftar top losers. BRMS, BUMI, dan DEWA menjadi tiga saham yang paling aktif diperdagangkan.
Kinerja IHSG yang positif ini tentunya menjadi kabar baik bagi investor domestik. Namun, investor tetap perlu mencermati perkembangan fundamental ekonomi dan sentimen global untuk mengantisipasi potensi volatilitas pasar ke depannya.
