Faktual News mengawali pekan ini dengan kabar kurang menyenangkan bagi para investor. Pada pembukaan perdagangan Senin (23/6), pukul 09.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terperosok ke level 6.807,84. Ini artinya, IHSG melemah cukup signifikan, yakni 1,44 persen dari posisi penutupan Jumat lalu di angka 6.907,13.
Data perdagangan pagi ini menunjukkan aktivitas jual yang cukup tinggi. Sebanyak 814,56 juta saham diperdagangkan dengan frekuensi transaksi mencapai 50 ribu kali. Nilai transaksi yang tercatat juga mencapai Rp493,66 miliar. Namun, dibalik angka-angka tersebut, terlihat dominasi saham yang terkoreksi. Tercatat 326 saham melemah, sementara hanya 71 saham yang menguat dan 182 saham stagnan.

Analisis dari Panin Sekuritas memprediksi pelemahan IHSG akan berlanjut. Mereka memperkirakan IHSG akan bergerak menuju support level 6.812. "Ada kemungkinan IHSG untuk melanjutkan pelemahan menuju support previous low 6.812," ungkap Manajemen Panin Sekuritas dalam risetnya. Sementara itu, resistance terdekat diperkirakan berada di level psikologis 7.000 hingga Moving Average 20 periode (MA20) di 7.064.
Pelemahan IHSG pada Jumat lalu (20/6), yang ditutup dengan penurunan 61,50 poin (0,88 persen) di level 6.907,14, sudah memberikan sinyal negatif. Penurunan ini terutama disebabkan oleh koreksi pada saham-saham besar seperti AMMN, TLKM, dan BBCA.
Sentimen negatif lainnya yang turut menekan IHSG hari ini antara lain meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, serta kenaikan harga minyak global yang berpotensi memicu inflasi. Aksi jual investor asing yang berlanjut dalam beberapa hari terakhir juga memperparah situasi. Secara keseluruhan, tekanan terhadap IHSG diperkirakan akan berlanjut dalam waktu dekat.
