Faktual News – Arus modal asing kembali mengalir deras ke pasar saham Indonesia, menandai optimisme investor global terhadap prospek ekonomi domestik. Pada perdagangan Kamis, 12 Maret 2026, tercatat aksi beli bersih (net foreign buy) investor asing mencapai Rp905,27 miliar. Ini menjadi sinyal positif di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Dana segar dari investor mancanegara tersebut mayoritas menyasar saham-saham di sektor energi, yang memang kerap menjadi tulang punggung perekonomian, serta sebagian di sektor perbankan yang dikenal stabil dan prospektif. Data dari Philip Sekuritas Indonesia mengidentifikasi lima saham pilihan yang menjadi incaran utama para investor asing pada hari itu, menunjukkan preferensi terhadap fundamental yang kuat dan potensi pertumbuhan.
Namun, perlu dicatat bahwa meskipun terjadi inflow signifikan pada hari tersebut, secara akumulatif sejak awal tahun (year-to-date/ytd), pasar modal Indonesia masih mencatat net foreign sell sebesar Rp22,15 triliun. Angka ini mengindikasikan bahwa pergerakan modal asing masih fluktuatif dan investor tetap berhati-hati dalam menempatkan dananya secara jangka panjang.
Kontras dengan optimisme inflow, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan yang sama justru berbalik melemah. IHSG ditutup di level 7.362,11, terkoreksi 0,37 persen dari posisi penutupan sebelumnya di 7.389,39. Pelemahan ini menunjukkan bahwa sentimen pasar secara keseluruhan masih dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar aksi beli asing pada beberapa saham tertentu.
Statistik dari RTI Business memperkuat gambaran pasar yang beragam. Sebanyak 461 saham tercatat mengalami koreksi harga, sementara 211 saham berhasil menguat, dan 149 saham lainnya tidak mengalami perubahan. Total volume perdagangan mencapai 26,81 miliar saham dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,61 juta kali, dan nilai transaksi harian mencapai Rp13,38 triliun. Angka-angka ini mencerminkan aktivitas pasar yang cukup dinamis, meskipun dengan tekanan jual yang dominan pada sebagian besar emiten.
Fenomena ini menggarisbawahi kompleksitas pasar modal Indonesia, di mana aliran dana asing yang masuk belum tentu serta-merta mendorong kenaikan indeks secara keseluruhan. Investor perlu mencermati lebih dalam faktor-faktor makroekonomi dan sentimen global yang turut memengaruhi pergerakan pasar.

