Faktual News – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengukuhkan komitmennya dalam mengembangkan pasar modal syariah di Tanah Air dengan meluncurkan fitur inovatif terbaru, IDX Mobile Sharia. Peluncuran ini, yang berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026, di Jakarta, menandai langkah signifikan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap investasi berbasis syariah dan meningkatkan literasi keuangan syariah di Indonesia.
Fitur IDX Mobile Sharia dirancang secara khusus untuk menjadi panduan komprehensif bagi investor, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman, dalam menjelajahi seluk-beluk pasar modal syariah. Jeffrey Hendrik, Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, menjelaskan bahwa fitur ini tidak hanya menyediakan informasi terkini mengenai saham-saham syariah, tetapi juga menawarkan simulasi transaksi yang interaktif serta pemahaman mendalam mengenai fatwa dan regulasi yang berlaku dalam investasi syariah.
"Dengan demikian, tentu kita harapkan pertumbuhan pasar modal syariah kita akan lebih cepat lagi," ujar Jeffrey dalam sambutannya, penuh optimisme. Ia menambahkan, "Kami meyakini nilai-nilai berinvestasi secara syariah itu sifatnya universal," menekankan bahwa prinsip-prinsip investasi syariah yang mengedepankan keadilan, etika, dan keberlanjutan dapat diterima oleh berbagai kalangan.
Jeffrey Hendrik juga menegaskan bahwa inklusivitas adalah kunci. Pasar modal syariah, menurutnya, tidak terbatas pada keyakinan tertentu, melainkan terbuka lebar bagi siapa pun yang berkeinginan untuk berinvestasi dengan prinsip manajemen risiko yang lebih baik dan bertanggung jawab. "Oleh karena itu, dalam suasana bulan suci Ramadan ini, kita sama-sama mengingat bahwa investasi itu tidak hanya tentang mencari keuntungan, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun keberkahan, tanggung jawab, dan keberlanjutan dalam aktivitas ekonomi bangsa," imbuhnya, memberikan sentuhan spiritual pada peluncuran ini.
Kehadiran IDX Mobile Sharia diharapkan dapat melanjutkan kesuksesan aplikasi induknya, IDX Mobile, yang sejak diluncurkan pada Juli 2023, telah menarik lebih dari 510 ribu pengguna. Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk belajar dan memahami pasar modal sebelum terjun langsung berinvestasi. "Artinya, dari sekian juta penambahan investor baru kita, paling tidak sudah ada 510.000 yang melalui proses belajar dari IDX Mobile sebelum mereka membuka rekening efek di perusahaan efek dan menjadi investor," jelas Jeffrey, menggarisbawahi peran edukasi digital.
Saat ini, lanskap pasar modal syariah di Indonesia menunjukkan potensi yang sangat besar. Sebanyak 672 saham, atau sekitar 70 persen dari total 956 saham yang tercatat di BEI, telah masuk dalam kategori syariah. Dari sisi kapitalisasi pasar, saham-saham syariah menguasai 56 persen dari total kapitalisasi pasar, mencerminkan dominasi yang signifikan. Pertumbuhan jumlah investor syariah juga sangat impresif, dengan peningkatan menjadi 220 ribu orang, menunjukkan tren positif dan minat yang terus meningkat terhadap instrumen investasi yang sejalan dengan prinsip-prinsip syariah.
Dengan fitur IDX Mobile Sharia, BEI berharap dapat semakin mempercepat laju pertumbuhan investor syariah, meningkatkan literasi keuangan, dan pada akhirnya, berkontribusi pada penguatan ekonomi syariah nasional yang berkelanjutan.
