faktual.news – Otoritas Jasa Keuangan OJK segera bertindak cepat menyikapi keputusan mengejutkan Bank Indonesia BI yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 55 persen. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan pihaknya akan terus memantau ketat kondisi sektor jasa keuangan nasional.
Friderica yang akrab disapa Kiki menyatakan OJK menghargai langkah strategis BI yang bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak ekonomi global yang tak menentu. Ia menambahkan OJK bersama BI Kementerian Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan LPS secara intensif berkoordinasi dalam kerangka Komite Stabilitas Sistem Keuangan KSSK untuk mengamati perkembangan terkini.

"Kami terus melakukan asesmen mendalam terutama terkait ketahanan sektor jasa keuangan kita" ungkap Kiki di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan Jakarta Selasa 9 Juni. Pengawasan difokuskan pada perbankan yang memiliki eksposur besar terhadap fluktuasi nilai tukar serta mencermati keterkaitan risiko antar sektor seperti hubungan antara perbankan dan pasar modal.
Kiki memastikan bahwa hingga saat ini stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia masih terjaga dengan baik. Namun ia menekankan OJK tidak akan lengah dan akan terus mencermati setiap dinamika yang ada terutama di tengah tingginya ketidakpastian global termasuk konflik yang memanas di Timur Tengah.
Menanggapi seruan "sell Indonesia" yang sempat beredar di kalangan investor asing dan media sosial Kiki meminta masyarakat untuk tidak langsung mempercayai ajakan tersebut tanpa analisis yang rasional. "Teman-teman kita hidup di Indonesia fundamental ekonomi kita sejatinya kokoh. Jadi jangan mudah menelan mentah-mentah ajakan seperti itu" tegasnya.
Kiki menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat sehingga masyarakat perlu lebih jernih dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di pasar. "Kita harus lebih rasional dalam menanggapi ajakan semacam itu. Mari kita cintai negara kita dengan melihat segala sesuatu secara lebih objektif" tambahnya. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak ikut menyebarkan rumor yang dapat memperburuk sentimen pasar. "Salah satu bentuk cinta kita pada negara adalah menjaga situasi ini jangan menambah dengan rumor yang tidak bertanggung jawab" pungkasnya.


