Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    LGI Tak Terbendung Raih Laba Fantastis

    25-08-2026 - 08.20

    Terkuak Trump Jual Meta Motorola Geger Bursa

    25-08-2026 - 05.20

    Harta Karun Rp1239 T Indonesia Dipelototi

    25-08-2026 - 02.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • LGI Tak Terbendung Raih Laba Fantastis
    • Terkuak Trump Jual Meta Motorola Geger Bursa
    • Harta Karun Rp1239 T Indonesia Dipelototi
    • Tragedi Sade NTB Akankah Bangkit Lebih Megah
    • Pertamina Bikin Geger Industri Nasional
    • KPMG Pecat Ratusan Karyawan Skandal Rahasia Klien
    • Vietnam Bikin Kejutan Potong Pajak 30 Persen
    • Imigran Iran Ini Sukses Besar di AS Hartanya Rp197 T
    Faktual News
    Home - Market - 3 Jurus Pamungkas Menkeu Hadapi Tekanan Rupiah
    Market

    3 Jurus Pamungkas Menkeu Hadapi Tekanan Rupiah

    10-06-2026 - 08.2002 Mins Read5
    3 jurus pamungkas menkeu hadapi tekanan rupiah

    faktual.news – Di tengah gejolak ekonomi global dan gempuran terhadap nilai tukar rupiah, seorang ekonom senior yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan, Chatib Basri, memberikan pandangan tajamnya. Ia mengingatkan bendahara negara untuk ekstra waspada dalam mengelola kebijakan fiskal. Menurut Chatib, tugas utama pemegang kendali keuangan negara sejatinya sangat sederhana, namun krusial di masa penuh tantangan ini.

    Mantan Menkeu itu menjelaskan, seorang Menteri Keuangan hanya memiliki tiga opsi dasar untuk menyeimbangkan neraca anggaran. Pertama, menggenjot penerimaan negara. Kedua, merasionalisasi pengeluaran atau memangkas belanja. Dan ketiga, mengambil pinjaman baru atau menambah utang. "Tugasnya sangat gampang. Hanya punya tiga opsi: naikkan, potong, pinjam. Sesederhana itu," ungkap Chatib dalam sebuah forum bisnis di Jakarta, Selasa (9/6). Ia menegaskan, jika satu opsi tak bisa ditempuh, maka opsi lain harus diambil.

    3 Jurus Pamungkas Menkeu Hadapi Tekanan Rupiah
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Namun, dalam situasi ekonomi saat ini, tidak semua opsi tersebut ideal. Chatib menilai, langkah menaikkan pendapatan melalui kenaikan pajak bukanlah pilihan yang bijak. Kebijakan tersebut justru berpotensi menekan dunia usaha dan kemampuan belanja masyarakat yang sedang menghadapi perlambatan ekonomi. Menaikkan beban pajak di tengah kondisi seperti ini dianggap kurang tepat.

    Di sisi lain, opsi untuk menambah utang juga dinilai tidak menguntungkan. Biaya pinjaman global sedang membengkak akibat tingginya suku bunga internasional. "Siapa yang mau meminjam uang sekarang, biayanya akan jadi sangat mahal," ujarnya, mengisyaratkan bahwa opsi ini akan membebani keuangan negara di kemudian hari.

    Oleh karena itu, Chatib Basri menyimpulkan bahwa langkah paling realistis dan memungkinkan bagi pemerintah saat ini adalah melakukan pemotongan belanja negara secara selektif. Rasionalisasi anggaran ini penting untuk menjaga kredibilitas fiskal Indonesia di mata pasar. "Maka opsi yang paling mungkin adalah opsi ketiga: memangkas pengeluaran secara selektif," tegasnya.

    Lebih lanjut, Chatib menyoroti bahwa tekanan terhadap rupiah tidak semata-mata dipicu oleh faktor eksternal. Ada pula pengaruh dari persepsi investor terhadap risiko fiskal Indonesia. Indikator premi risiko Indonesia, yang tercermin dari credit default swap (CDS), sudah menunjukkan peningkatan sejak awal tahun, bahkan sebelum konflik di Timur Tengah memanas. Ini menandakan adanya "confidence risk" atau risiko kepercayaan.

    Dengan ruang fiskal yang relatif terbatas karena rasio pajak yang masih rendah, pemerintah perlu sangat cermat dalam mengelola belanja dan pembiayaan negara. Kepercayaan pasar adalah kunci, dan pengelolaan anggaran yang hati-hati menjadi penentu utama agar sentimen positif tetap terjaga.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      LGI Tak Terbendung Raih Laba Fantastis

      25-08-2026 - 08.20

      Terkuak Trump Jual Meta Motorola Geger Bursa

      25-08-2026 - 05.20

      Harta Karun Rp1239 T Indonesia Dipelototi

      25-08-2026 - 02.20

      Tragedi Sade NTB Akankah Bangkit Lebih Megah

      24-08-2026 - 21.20

      Pertamina Bikin Geger Industri Nasional

      24-08-2026 - 18.20

      KPMG Pecat Ratusan Karyawan Skandal Rahasia Klien

      24-08-2026 - 14.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • LGI Tak Terbendung Raih Laba Fantastis
      • Terkuak Trump Jual Meta Motorola Geger Bursa
      • Harta Karun Rp1239 T Indonesia Dipelototi
      • Tragedi Sade NTB Akankah Bangkit Lebih Megah
      • Pertamina Bikin Geger Industri Nasional

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.