Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tarif 100 Persen Hantui Pembeli Minyak Rusia

    17-09-2026 - 14.55

    Geger Prabowo Sebut Duit Triliunan Siap Banjiri RI

    17-09-2026 - 14.20

    Keajaiban Air Bersih Hadir di Tengah Gempa NTT

    17-09-2026 - 12.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Tarif 100 Persen Hantui Pembeli Minyak Rusia
    • Geger Prabowo Sebut Duit Triliunan Siap Banjiri RI
    • Keajaiban Air Bersih Hadir di Tengah Gempa NTT
    • Menkop Kejar Deadline Manajer Kopdes Ribuan Menanti
    • Geger Kemenkeu Reshuffle Purbaya Minta Dibatalkan
    • Pajak Seller Marketplace Akhirnya Berlaku Tanggal Ini
    • Rahasia Proyek LRT Jakarta Tembus Manggarai Terkuak
    • Terungkap Misi Berat Menkeu Baru Suahasil Nazara
    Faktual News
    Home - Market - Tarif 100 Persen Hantui Pembeli Minyak Rusia
    Market

    Tarif 100 Persen Hantui Pembeli Minyak Rusia

    17-09-2026 - 14.5502 Mins Read0
    tarif 100 persen hantui pembeli minyak rusia

    faktual.news – Kongres Amerika Serikat baru saja mengesahkan Rancangan Undang-Undang sanksi yang sangat luas, memberikan Presiden Donald Trump kekuatan luar biasa untuk menghantam pembeli minyak Rusia dengan tarif hingga 100 persen. Langkah drastis ini bertujuan untuk mengeringkan pundi-pundi Moskow yang digunakan untuk membiayai perang di Ukraina.

    Setelah penundaan berbulan-bulan, paket sanksi baru ini akhirnya disetujui oleh para anggota parlemen AS. Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan aturan ini dengan perbandingan suara 262-159, menyusul persetujuan Senat yang lebih awal dengan 86 suara berbanding 11. Trump sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk menandatangani undang-undang tersebut, yang akan segera berlaku.

    Tarif 100 Persen Hantui Pembeli Minyak Rusia
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Aturan baru ini tidak hanya menargetkan sektor energi dan pertahanan Rusia, tetapi juga secara spesifik membidik Presiden Vladimir Putin, para pejabat senior, serta "armada bayangan" kapal tanker yang digunakan Moskow untuk menghindari sanksi Barat. Dengan wewenang tarif hingga 100 persen, AS kini bisa secara langsung menghukum negara-negara pembeli utama minyak dan gas Rusia, termasuk raksasa ekonomi seperti Tiongkok dan India.

    Namun, wewenang tarif yang begitu luas ini sempat memicu perpecahan di kalangan Partai Demokrat, yang khawatir memberikan kekuasaan perdagangan lebih besar kepada Trump. Anggota Demokrat terkemuka di Komite Urusan Luar Negeri DPR, Gregory Meeks, bahkan menyebut RUU ini "sangat cacat". Menurutnya, teks RUU tersebut disusun untuk memaksimalkan kewenangan Presiden dalam memberlakukan pajak impor baru terhadap rakyat Amerika, sekaligus meminimalkan kewajiban untuk benar-benar menerapkan sanksi baru terhadap Rusia.

    Meskipun demikian, puluhan anggota Partai Demokrat tetap memberikan dukungan, demi mengimbangi penolakan dari sebagian politisi Partai Republik. Para pendukung berargumen bahwa tekanan ekonomi yang lebih keras sangat mendesak, mengingat invasi Rusia ke Ukraina telah memasuki tahun kelima tanpa tanda-tanda penyelesaian damai.

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya telah mendesak Kongres AS untuk segera mengesahkan paket sanksi ini guna memaksa Moskow bernegosiasi. "Putin kehilangan 30 ribu tentaranya per bulan… itu kerugian yang besar, tetapi dia tidak ingin menghentikan perang ini," ujar Zelensky saat berkunjung ke Washington. "Jadi sekarang inisiatif tidak lagi berada di tangan Putin," tambahnya, menunjukkan harapan akan pergeseran dinamika konflik.

    Para aktivis pro-Ukraina menyambut gembira pemungutan suara di DPR tersebut. Direktur Eksekutif Kelompok Lobi Energi Ukraina Razom We Stand, Svitlana Romanko, menyatakan harapannya agar AS segera menerapkan penegakan hukum yang tegas setelah RUU ini menjadi undang-undang. "Setiap hari penundaan berarti satu hari lagi kami di Ukraina harus menguburkan lebih banyak orang," tegas Romanko, menyoroti urgensi tindakan untuk menghentikan aliran dana ke kas perang Kremlin.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Geger Prabowo Sebut Duit Triliunan Siap Banjiri RI

      17-09-2026 - 14.20

      Keajaiban Air Bersih Hadir di Tengah Gempa NTT

      17-09-2026 - 12.55

      Menkop Kejar Deadline Manajer Kopdes Ribuan Menanti

      17-09-2026 - 12.20

      Geger Kemenkeu Reshuffle Purbaya Minta Dibatalkan

      17-09-2026 - 10.55

      Pajak Seller Marketplace Akhirnya Berlaku Tanggal Ini

      17-09-2026 - 10.20

      Rahasia Proyek LRT Jakarta Tembus Manggarai Terkuak

      17-09-2026 - 08.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Tarif 100 Persen Hantui Pembeli Minyak Rusia
      • Geger Prabowo Sebut Duit Triliunan Siap Banjiri RI
      • Keajaiban Air Bersih Hadir di Tengah Gempa NTT
      • Menkop Kejar Deadline Manajer Kopdes Ribuan Menanti
      • Geger Kemenkeu Reshuffle Purbaya Minta Dibatalkan

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.