faktual.news – Warga Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa kini bisa bernapas lega. PT Pertamina Persero hadir membawa solusi vital berupa akses air bersih yang sebelumnya menjadi barang langka. Dukungan ini secara drastis memangkas jarak yang harus ditempuh masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan dasar mereka.
Sebelumnya, seperti diceritakan Kristian Wawo warga Watubaur Kelurahan Wangkung Kecamatan Reok, rutinitas mengambil air bersih adalah perjuangan berat. Ia dan tetangganya harus berjalan kaki hampir dua kilometer setiap hari hanya untuk memenuhi kebutuhan minum memasak dan keperluan rumah tangga lainnya. "Banyak suka dukanya dulu kami harus berjalan hampir dua kilometer. Sekarang berkat Pertamina sumber air sudah dekat sekali," ungkapnya dengan nada syukur.

Kisah serupa dialami Amelia, warga Watubaur lainnya. Pasca gempa yang mengguncang Manggarai, akses air bersih menjadi semakin sulit dan jauh. Kehadiran fasilitas air bersih di lokasi terdampak ini menjadi penyelamat di tengah masa pemulihan. "Di tengah bencana seperti ini air adalah yang paling utama. Kebutuhan dasar kami kini terpenuhi. Terima kasih Pertamina," ujarnya.
Pada fase tanggap darurat Pertamina tidak tinggal diam. Sebanyak 108.500 liter air bersih disalurkan menggunakan mobil tangki, ditambah 2.805 dus air mineral yang dibagikan kepada warga. Namun dukungan tak berhenti di situ. Seiring kondisi yang berangsur membaik, perusahaan pelat merah ini melanjutkan komitmennya dengan membangun dua sumur bor di Kecamatan Reok. Langkah ini diambil untuk memastikan warga memiliki sumber air berkelanjutan dalam jangka panjang.
Dua sumur bor tersebut kini menjadi penopang utama kebutuhan air bersih bagi 153 kepala keluarga serta beberapa fasilitas umum penting. Sumur pertama berlokasi di Mata Air Kecamatan Reok, dengan kedalaman 32 meter dan debit sekitar satu liter per detik. Sumur ini melayani 85 kepala keluarga dan juga Kepolisian Sektor Reok. Sementara sumur kedua berada di Kelurahan Wangkung, memiliki kedalaman 28 meter dengan debit sekitar 1,3 liter per detik. Air dari sumur ini mengalir untuk 68 kepala keluarga, Gereja Stasi Wangkung, SDK Kedindi, dan PAUD St Arnoldus Wangkung. Setiap titik sumur dilengkapi dengan menara air, tandon berkapasitas 1.100 liter, pompa, serta jaringan perpipaan yang memadai.
Muhammad Baron VP Corporate Communication PT Pertamina Persero menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan disesuaikan dengan tahapan penanganan bencana. "Awalnya masyarakat butuh air cepat. Setelah pulih mereka butuh sumber air permanen. Maka kami bangun sumur bor," jelasnya dalam keterangan tertulis. Ia berharap keberadaan sumber air ini dapat membantu warga kembali beraktivitas normal, mendukung kegiatan sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya.
Pertamina sangat berharap manfaat sumur bor ini tidak hanya dirasakan selama masa pemulihan, tetapi juga dapat terus dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang. Bagi warga Watubaur, air bersih kini bukan lagi impian jauh melainkan kenyataan yang mempermudah mereka membangun kembali kehidupan setelah dihantam gempa.


