faktual.news – Sejumlah kawasan di Kota Pahlawan Surabaya kembali diselimuti kegelapan pada Jumat malam. Fenomena padamnya listrik secara bergilir ini membuat warga bertanya-tanya, apa sebenarnya yang terjadi di balik layar sistem kelistrikan kota metropolitan ini.
Pantauan di lapangan menunjukkan, area-area seperti Jalan Kusuma Bangsa di Kecamatan Genteng dan Jalan Pandugo di Rungkut menjadi saksi bisu pemadaman tersebut. Lampu penerangan jalan umum tak berfungsi, namun arus lalu lintas tetap terpantau lancar tanpa hambatan berarti.

PT PLN melalui Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Jawa Timur, Dana Puspita Sari, angkat bicara mengenai insiden ini. Ia memastikan bahwa secara umum, sistem kelistrikan Jawa beroperasi dengan baik dan terkendali. Namun, untuk menjaga pasokan tetap andal, PLN terpaksa menerapkan langkah "manajemen beban" yang bersifat terbatas dan terukur di beberapa wilayah.
Langkah ini, menurut Dana, bukan tanpa alasan. Terdapat kendala teknis pada operasional pembangkit listrik, ditambah lagi dengan tidak beroperasinya dua unit pembangkit besar yang vital. Gangguan pada dua mesin pembangkit raksasa ini secara signifikan mengurangi kemampuan sistem dalam menyediakan pasokan listrik yang cukup.
Saat ini, tim PLN terus bergerak cepat untuk memulihkan kondisi. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari mengoptimalkan pasokan daya dari pembangkit lain hingga mengatur ulang operasi sistem secara keseluruhan. Tujuannya jelas, yakni menyeimbangkan pasokan dan kebutuhan listrik sekaligus meminimalkan dampak yang dirasakan oleh pelanggan.
PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami warga. Manajemen beban ini ditegaskan bersifat sementara dan akan dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem kelistrikan. Warga diimbau untuk tetap bersabar hingga seluruh sistem kembali normal.


