Faktual.news – Perjalanan hidup Evi Susanti, seorang pengelola BRILink Agen Kirana di Kecamatan Natar, Lampung Selatan, menjadi bukti nyata bagaimana akses keuangan yang dekat dapat mengubah nasib seseorang sekaligus menggerakkan ekonomi desa. Bermula dari ketidakpastian setelah berhenti bekerja, kini ia justru menjadi tumpuan transaksi perbankan bagi warga di dua desa sekaligus.
Kisah Evi dimulai pada tahun 2018. Saat itu, ia sedang berada di masa transisi setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari sebuah perusahaan ekspedisi. Di tengah kebingungan mencari arah usaha baru, seorang petugas dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) datang menawarkan peluang untuk menjadi agen BRILink. Tawaran tersebut tidak datang sendirian, melainkan disertai dengan pendampingan intensif untuk memulai bisnis dari nol.

"Setelah berhenti bekerja, saya sempat bingung ingin membuka usaha apa. Lalu petugas BRI datang menawarkan menjadi agen BRILink. Saya mulai belajar dari awal dan didampingi terus. Hubungan kami bahkan sudah seperti teman, jika ada kendala, Mantri BRI sangat cepat merespons," kenang Evi.
Sebagai pendatang baru di dunia perbankan, Evi harus melewati proses belajar yang cukup panjang. Ia mulai memahami cara mengoperasikan perangkat transaksi hingga menguasai berbagai jenis layanan perbankan yang bisa ditawarkan kepada masyarakat. Ketekunannya membuahkan hasil; kini ia bukan sekadar penyedia jasa transaksi, melainkan juga menjadi edukator keuangan bagi warga di sekitarnya.
Kehadiran outlet milik Evi telah mengubah pola transaksi masyarakat di Desa Rejosari dan Desa Negara Ratu. Warga yang sebelumnya kesulitan menjangkau bank, kini dapat dengan mudah mencairkan bantuan sosial (bansos), membayar berbagai tagihan, hingga mencairkan gaji bagi para pekerja perkebunan di wilayah tersebut.
"Ada rasa bangga tersendiri ketika warga lebih memilih menunggu outlet saya buka daripada pergi ke tempat lain. Mereka sudah merasa nyaman dengan pelayanan di sini. Saat ini, jangkauan layanan saya sudah mencakup puluhan dusun di dua desa," ungkapnya.
Kepercayaan masyarakat yang tinggi tercermin dari volume transaksi yang luar biasa. Dalam satu bulan, Evi mampu melayani lebih dari 2.200 transaksi. Angka ini melonjak hingga dua kali lipat saat memasuki periode penyaluran bantuan sosial dari pemerintah.
Kesuksesan ini tidak hanya berdampak pada ekonomi keluarga Evi, tetapi juga pada spiritualitasnya. Berkat keuntungan dari usaha agen ini, Evi berhasil menunaikan ibadah umrah dan kini tengah mengembangkan bisnisnya dengan membuka cabang baru.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan bahwa kehadiran agen-agen seperti Evi merupakan strategi penting untuk memperluas inklusi keuangan hingga ke pelosok. Menurutnya, program ini menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. Di satu sisi, masyarakat mendapatkan kemudahan akses layanan perbankan, sementara di sisi lain, para agen mendapatkan peluang emas untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Dengan demikian, literasi keuangan dan pertumbuhan ekonomi lokal dapat berjalan beriringan secara berkelanjutan.


