Faktual.news – Pemerintah Provinsi Gorontalo tengah menjajaki terobosan baru dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para pelajar. Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, memberikan sinyal kuat mengenai kemungkinan penerapan sistem prasmanan di sekolah-sekolah. Langkah ini bertujuan agar para siswa memiliki fleksibilitas dalam menentukan porsi dan jenis makanan yang akan mereka konsumsi sesuai dengan kebutuhan nutrisi masing-masing.
Dalam keterangannya saat melakukan kunjungan kerja, Idah menyatakan bahwa model prasmanan ini merupakan sebuah peluang inovasi yang patut diuji coba. Menurutnya, memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengambil makanan secara mandiri dapat menjadi pengalaman edukatif sekaligus memastikan tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. Namun, ia memberikan catatan tegas bahwa inovasi ini tidak boleh mengabaikan aspek pengawasan yang ketat.

"Kami tidak menutup kemungkinan Gorontalo akan menerapkan model MBG dengan sistem prasmanan. Kita perlu melakukan uji coba terlebih dahulu untuk melihat bagaimana efektivitas pelaksanaannya di lapangan. Namun, yang paling utama adalah semuanya harus tetap berada di bawah pengawasan yang sangat baik," ujar Idah kepada awak media di Gorontalo.
Idah menekankan bahwa meskipun sistem penyajian berubah menjadi lebih fleksibel, standar kualitas makanan tidak boleh diturunkan. Pengawasan terhadap kebersihan, keamanan pangan, serta kandungan gizi harus tetap menjadi prioritas utama. Ia berharap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat menjaga konsistensi dalam menyediakan menu yang layak dan sehat bagi seluruh penerima manfaat.
Terkait anggaran, Idah optimis bahwa dengan alokasi dana sebesar Rp10 ribu per porsi, penyajian makanan yang berkualitas tetap bisa diwujudkan. Kuncinya terletak pada manajemen pengelolaan yang profesional dan efisien oleh pihak penyelenggara. Ia juga mengingatkan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) akan melakukan penilaian terhadap kualitas pelayanan SPPG, di mana unit yang mampu memenuhi standar tinggi berpeluang mendapatkan apresiasi khusus atau penilaian bintang.
Lebih lanjut, Wagub Idah mengajak pihak sekolah, khususnya para guru, untuk turut serta menjadi garda terdepan dalam pengawasan. Guru diharapkan tidak hanya fokus pada proses belajar mengajar, tetapi juga memantau kebersihan makanan yang diterima siswa, mulai dari proses distribusi hingga saat makanan tersebut dikonsumsi. Hal-hal teknis seperti cara penataan makanan dan memastikan wadah makanan tertutup rapat selama perjalanan distribusi menjadi poin penting yang harus diperhatikan.
Rencana inovasi ini muncul setelah Idah meninjau langsung pelaksanaan program MBG di SMA Negeri 1 Suwawa, Kabupaten Bone Bolango. Dalam peninjauan tersebut, ia melihat langsung bagaimana SPPG Polres Buludawa di bawah naungan Polda Gorontalo menyiapkan menu untuk 618 penerima manfaat, yang terdiri dari 573 siswa, 35 guru, serta 10 tenaga kependidikan. Melalui pengamatan langsung ini, pemerintah daerah berharap dapat menyempurnakan skema distribusi agar program nasional ini memberikan dampak maksimal bagi kesehatan generasi muda di Gorontalo.


