Faktual.news – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, telah mencapai kesepakatan besar untuk memperkokoh hubungan bilateral kedua negara. Pertemuan tingkat tinggi ini mencakup cakupan yang sangat luas, mulai dari sektor ekonomi, penguatan perdagangan, perluasan investasi, hingga kolaborasi di bidang pertahanan.
Kesepakatan strategis ini dirumuskan dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden El-Sisi ke Jakarta pada Minggu (11/10). Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara menunjukkan komitmen kuat untuk menjadikan hubungan Indonesia dan Mesir sebagai pilar penting di kawasan masing-masing.

Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan adalah dorongan untuk membentuk Economic Partnership Agreement (EPA). Langkah ini diproyeksikan akan membuka pintu lebar bagi para pelaku usaha dari kedua negara untuk mengakses pasar yang lebih luas serta menciptakan ekosistem investasi yang lebih menguntungkan.
"Kami telah menyepakati penguatan kerja sama di berbagai sektor, khususnya pada bidang ekonomi yang menitikberatkan pada perdagangan dan investasi," ungkap Presiden Prabowo dalam sesi pernyataan pers bersama di Jakarta.
Tak hanya berhenti pada perjanjian perdagangan konvensional, kedua negara juga menyambut positif inisiatif pembentukan Joint Investment Fund. Dana investasi bersama ini nantinya akan dikelola oleh lembaga investasi resmi dari Indonesia dan Mesir. Tujuannya sangat jelas, yakni untuk menyuntikkan modal pada berbagai proyek strategis yang mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi kedua bangsa.
Presiden El-Sisi pun menyatakan optimisme yang tinggi terhadap prospek ekonomi masa depan. Ia menargetkan nilai perdagangan bilateral antara Indonesia dan Mesir dapat menembus angka US$5 miliar pada tahun 2030 mendatang. Untuk mencapai target ambisius tersebut, kedua negara berkomitmen untuk terus mengidentifikasi dan menghapus berbagai hambatan perdagangan yang selama ini masih ada.
"Kami sepakat untuk memberikan perhatian khusus pada sektor ekonomi dan bisnis, mengingat potensi besar yang dimiliki kedua negara. Kami akan terus berupaya menghilangkan kendala-kendala yang menghambat pertumbuhan perdagangan kita," tegas El-Sisi.
Lebih lanjut, Presiden Mesir menekankan bahwa posisi geografis Mesir sangat strategis bagi kepentingan Indonesia. Mesir dipandang sebagai gerbang utama atau hub bagi produk-produk Indonesia untuk merambah pasar di kawasan Timur Tengah (Arab), benua Afrika, hingga ke daratan Eropa.
Selain fokus pada ekonomi dan investasi, kunjungan ini juga membuahkan sejumlah kesepakatan konkret lainnya yang menyentuh sektor praktis, di antaranya:
- Kebijakan pembebasan visa untuk mempermudah mobilitas warga kedua negara.
- Kerja sama di bidang statistik untuk akurasi data pembangunan.
- Kolaborasi di sektor perikanan guna memperkuat ketahanan pangan.
- Penyusunan rencana aksi (plan of action) sebagai panduan nyata dalam meningkatkan kemitraan strategis secara berkelanjutan.
Melalui rangkaian kesepakatan ini, hubungan Indonesia dan Mesir diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi bertransformasi menjadi kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat di kedua negara.


