Faktual.news – PT Pertamina Gas (Pertagas) tengah menyusun langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur energi di wilayah Sumatera Utara. Perusahaan pelat merah ini berencana meningkatkan kapasitas penyaluran gas bumi guna menyokong ambisi ekspansi bisnis di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap potensi pertumbuhan industri yang masif di kawasan tersebut dalam jangka panjang.
Section Head Operation Stasiun Metering Gas (SM) KEK Sei Mangkei Pertagas, Gilang Fathurahim, mengungkapkan bahwa rencana peningkatan kapasitas ini merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan. Pertagas akan melakukan kajian mendalam, baik dari sisi teknis maupun nilai ekonomis, sebelum benar-benar mengeksekusi penambahan infrastruktur tersebut.

"Peningkatan kapasitas penyaluran gas sudah masuk dalam rencana jangka panjang kami. Kami akan meninjau secara menyeluruh, mulai dari aspek keekonomian hingga kesiapan teknis untuk melakukan penambahan kapasitas tersebut," ujar Gilang kepada awak media.
Menurut Gilang, rencana ini juga sangat berkaitan erat dengan ketersediaan sumber gas baru, salah satunya dari Blok Andaman di Aceh. Selain itu, pengembangan wilayah ekonomi Dumai-Sei Mangkei (Dusem) juga menjadi faktor kunci yang mendorong Pertagas untuk bersiap menghadapi lonjakan permintaan energi di masa depan.
Secara teknis, Pertagas telah menyiapkan berbagai opsi rekayasa untuk mendongkrak kapasitas pipa yang ada. Beberapa langkah yang disiapkan antara lain adalah peningkatan kapasitas kompresor serta optimalisasi jalur pipa distribusi. Meski demikian, perusahaan masih menunggu kepastian mengenai jumlah industri baru yang akan masuk ke KEK Sei Mangkei. Kepastian ini sangat krusial agar investasi yang dilakukan tepat sasaran dan memberikan keuntungan secara ekonomi.
Saat ini, Pertagas tercatat menyalurkan gas dengan volume rata-rata mencapai 170 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk wilayah Sumatera Utara. Dari total volume tersebut, porsi terbesar yakni sekitar 61 persen atau setara 105 MMSCFD dialokasikan untuk mendukung operasional pembangkit listrik PLN Belawan. Hal ini menunjukkan bahwa peran Pertagas sangat vital dalam menjaga stabilitas pasokan listrik di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Selain untuk kebutuhan kelistrikan, pasokan gas juga terus mengalir ke sektor industri dan pabrik pupuk, yang permintaannya terus merangkak naik sejak kawasan ini beroperasi pada 2014. Sumber gas yang digunakan berasal dari proses regasifikasi LNG melalui hub internasional di Lhokseumawe, yang kemudian dialirkan ke tangki penyimpanan milik Pertagas sebelum masuk ke jaringan pipa.
Ke depan, KEK Sei Mangkei diprediksi akan menjadi magnet baru bagi para investor industri. Hal ini dikarenakan keterbatasan lahan ekspansi di kawasan industri lain, seperti Kawasan Industri Medan (KIM), yang kini sudah semakin padat. Dengan luas lahan mencapai lebih dari 2.000 hektare, Sei Mangkei menawarkan peluang besar bagi industri pengolahan sawit, karet, logistik, hingga pariwisata.
Sebagai kawasan ekonomi khusus pertama di Indonesia, KEK Sei Mangkei memiliki target investasi yang sangat ambisius. Hingga tahun 2031, kawasan ini diproyeksikan mampu menyerap investasi sebesar Rp129 triliun dan menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 83 ribu orang. Hingga saat ini, realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja terus menunjukkan tren positif seiring dengan penguatan infrastruktur energi di kawasan tersebut.


