Faktual.news – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kini tengah mengambil langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui penguatan sinergi antar-Bank Pembangunan Daerah (BPD). Langkah ini dilakukan dengan cara mempererat kolaborasi bersama sesama BPD, khususnya yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bank (KUB).
Upaya kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama formalitas, melainkan sebuah misi untuk memperkokoh eksistensi masing-masing BPD di tengah persaingan industri keuangan yang semakin ketat. Melalui KUB, Bank Jatim berharap dapat menciptakan peluang bisnis baru serta menghasilkan nilai tambah (value creation) yang memungkinkan seluruh anggota kelompok untuk tumbuh secara kolektif.

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, mengungkapkan bahwa di tengah kondisi ekonomi global dan domestik yang penuh dinamika, kolaborasi merupakan kunci utama bagi pelaku industri keuangan untuk tetap tangguh. Menurutnya, kerja sama antar-BPD menjadi jembatan untuk saling melengkapi kekurangan dan memperkuat kelebihan masing-masing institusi.
"Kolaborasi antar-BPD menjadi salah satu faktor pendukung (enabler) bagi pertumbuhan ekonomi negara. Kita bergerak dari kekuatan regional untuk membangun kekuatan nasional," ujar Winardi dalam keterangan resminya.
Salah satu bukti nyata dari keberhasilan sinergi ini adalah implementasi layanan digital pembayaran di Bank Banten. Bank Banten kini telah menggunakan produk digital milik Bank Jatim yang bernama Jconnect PartnerPay. Layanan ini memungkinkan nasabah Bank Banten untuk melakukan transaksi secara real-time, cepat, dan aman melalui fitur QRIS serta Virtual Account.
Dengan moto ‘Satu Platform, Untuk Semua Pembayaran’, layanan ini telah memberikan dampak signifikan bagi masyarakat di Provinsi Banten. Berbagai instansi pemerintah daerah, seperti RSUD Banten, RSUD Balaraja, hingga RSUD Labuan, telah mengadopsi teknologi ini. Tercatat, sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026, layanan ini telah memproses sebanyak 21.095 transaksi, yang membuktikan efektivitas digitalisasi dalam layanan publik.
Selain memperkuat sektor digital, Bank Jatim tetap konsisten menjalankan fungsi intermediasi dengan menyalurkan pembiayaan ke berbagai segmen, terutama pada sektor ekonomi produktif. Keberhasilan Bank Jatim dalam mengelola dana masyarakat dan memberikan kontribusi dividen juga menjadi motor penggerak Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang krusial bagi pembangunan daerah.
Kinerja keuangan Bank Jatim sendiri menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga September 2026, total aset konsolidasi perusahaan melonjak hingga Rp163,37 triliun atau tumbuh sebesar 30,59 persen. Penyaluran kredit juga mengalami kenaikan tajam sebesar 38,09 persen dengan total mencapai Rp110,82 triliun.
Pertumbuhan ini diikuti dengan peningkatan dana masyarakat yang mencapai Rp125,02 triliun (naik 25,87 persen) dan pendapatan bunga bersih yang tumbuh 39,19 persen. Puncaknya, laba bersih pada triwulan III 2026 mencatatkan angka fantastis sebesar Rp1,86 triliun, atau melonjak signifikan sebesar 61,89 persen dibandingkan periode sebelumnya. Capaian ini menegaskan posisi Bank Jatim sebagai salah satu pilar keuangan daerah yang sehat dan progresif.


