Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Strategi Baru Bahlil Kelola Tambang RI

    30-10-2026 - 16.20

    Pajak Digital Segera Berlaku November 2026

    30-10-2026 - 14.55

    Laba bank bjb Meroket Tajam

    30-10-2026 - 14.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Strategi Baru Bahlil Kelola Tambang RI
    • Pajak Digital Segera Berlaku November 2026
    • Laba bank bjb Meroket Tajam
    • Misteri Penggeledahan Kantor Bea Cukai Kudus
    • Strategi Baru Bank Jatim Dongkrak Ekonomi
    • Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam
    • IHSG Terperosok Tajam ke Level Psikologis
    • Ekonomi Indonesia Sedang Tidak Baik Baik Saja
    Faktual News
    Home - Market - Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam
    Market

    Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam

    30-10-2026 - 10.5503 Mins Read0
    harga minyak dunia melonjak tajam

    Faktual.news – Gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran pasar energi global. Harga minyak mentah dunia dilaporkan mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan Jumat pagi, menyusul eskalasi konflik yang melibatkan kelompok Houthi dan ketegangan di jalur perdagangan vital dunia.

    Berdasarkan data pasar terbaru, harga minyak mentah jenis Brent mengalami kenaikan sebesar 86 sen atau sekitar 0,75 persen, sehingga menyentuh angka US$115,74 per barel. Kondisi serupa juga terjadi pada minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat yang merangkak naik 72 sen atau 0,71 persen ke level US$102,72 per barel.

    Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Jika menilik performa bulanan, tren kenaikan ini sangat mencolok. Brent diprediksi akan menutup bulan dengan kenaikan hampir 14 persen. Sementara itu, WTI menunjukkan performa yang lebih agresif dengan proyeksi kenaikan sekitar 15 persen. Hal ini menandakan bahwa WTI kemungkinan besar akan ditutup di atas angka psikologis US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak bulan April lalu.

    Pemicu utama "mendidihnya" harga minyak ini adalah klaim serangan dari kelompok Houthi yang beraliansi dengan Iran. Pada Kamis waktu setempat, kelompok tersebut mengklaim telah menargetkan sejumlah fasilitas strategis di Arab Saudi. Lokasi yang menjadi sasaran serangan meliputi kilang minyak raksasa Ras Tanura, kilang Rabigh, hingga fasilitas vital milik perusahaan energi Aramco di Abqaiq.

    Meskipun koalisi pimpinan Arab Saudi mengklaim telah berhasil mencegat sebuah rudal jelajah yang mengarah ke wilayah barat kerajaan, pasar tetap bereaksi negatif terhadap ketidakpastian pasokan. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz menjadi faktor krusial yang membuat harga sulit turun.

    Saul Kavonic, Kepala Riset Energi di MST Marquee, menjelaskan bahwa aktivitas militer yang terus berlanjut di Selat Hormuz menciptakan sentimen negatif di pasar. Menurutnya, ketidakpastian mengenai keberhasilan jalur diplomasi membuat para pelaku pasar bersiap menghadapi kemungkinan konflik yang lebih luas dalam beberapa pekan ke depan.

    Di tengah situasi yang memanas, upaya diplomasi mulai terlihat dari sisi Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa Wakil Presiden JD Vance telah melakukan kontak dengan pihak Iran. Langkah ini bertujuan untuk membuka kembali ruang dialog damai, termasuk bantuan pasokan medis bagi Iran. Meski kantor berita Tasnim melaporkan Iran telah menerima surat tersebut, Teheran dikabarkan belum memberikan jawaban resmi karena masih mengajukan sejumlah persyaratan tertentu.

    Situasi di lapangan tetap mencekam setelah Garda Revolusi Iran melaporkan adanya insiden tiga kapal tanker yang meledak dan terbakar akibat terkena ranjau laut saat mencoba melewati jalur yang tidak diizinkan di selatan Selat Hormuz. Rentetan peristiwa ini memastikan bahwa stabilitas harga energi global masih berada dalam ancaman besar.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Strategi Baru Bahlil Kelola Tambang RI

      30-10-2026 - 16.20

      Pajak Digital Segera Berlaku November 2026

      30-10-2026 - 14.55

      Laba bank bjb Meroket Tajam

      30-10-2026 - 14.20

      Misteri Penggeledahan Kantor Bea Cukai Kudus

      30-10-2026 - 12.55

      Strategi Baru Bank Jatim Dongkrak Ekonomi

      30-10-2026 - 12.20

      IHSG Terperosok Tajam ke Level Psikologis

      30-10-2026 - 10.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Strategi Baru Bahlil Kelola Tambang RI
      • Pajak Digital Segera Berlaku November 2026
      • Laba bank bjb Meroket Tajam
      • Misteri Penggeledahan Kantor Bea Cukai Kudus
      • Strategi Baru Bank Jatim Dongkrak Ekonomi

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.