Faktual.news – Gelaran bergengsi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, menghadirkan terobosan baru bagi para penggemar otomotif. Menyadari tingginya antusiasme penonton yang berujung pada sulitnya mencari penginapan, Pertamina secara resmi meluncurkan fasilitas camping ground perdana di kawasan sirkuit. Langkah ini diambil untuk memberikan alternatif tempat beristirahat yang nyaman bagi komunitas pengendara (riders) dan kru yang datang dari berbagai penjuru tanah air.
Fasilitas perkemahan ini dirancang khusus untuk mengakomodasi lonjakan pengunjung, terutama bagi mereka yang melakukan perjalanan jauh dengan sepeda motor atau touring. Kapasitas yang disediakan cukup memadai, yakni mampu menampung hingga 150 orang. Kehadiran area ini menjadi jawaban atas fenomena melonjaknya tingkat okupansi hotel di sekitar Mandalika yang sering kali mencapai angka maksimal saat ajang MotoGP berlangsung.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan terhadap komunitas otomotif. Menurutnya, ketersediaan tempat istirahat menjadi krusial mengingat banyaknya peserta yang menempuh perjalanan panjang, seperti komunitas yang berangkat dari Jakarta sejak awal Oktober. "Ini adalah camping ground pertama yang dikelola langsung oleh Pertamina. Fasilitas ini kami siapkan agar teman-teman komunitas riders memiliki tempat bernaung yang layak," ungkap Arya dalam keterangan resminya.
Meski konsepnya adalah perkemahan, fasilitas yang disediakan tidak sembarangan. Setiap titik tidur telah dilengkapi dengan perlengkapan yang mumpuni, mulai dari kasur, bantal, karpet, hingga meja kecil. Pengunjung juga tidak perlu khawatir soal daya listrik karena fasilitas tersebut sudah tersedia di setiap area. Untuk urusan sanitasi, Pertamina menyediakan area mandi, cuci, dan kakus (MCK) dengan akses air bersih yang terjaga. Selain itu, tersedia pula musala yang terpisah antara pria dan wanita untuk kenyamanan ibadah.
Demi menjaga kenyamanan dan keamanan, aspek kesehatan menjadi prioritas utama. Pertamina telah menyiagakan tim dokter yang bertugas selama 24 jam penuh. Tim medis ini juga telah membangun koordinasi intensif dengan rumah sakit di Mataram guna mengantisipasi jika terjadi keadaan darurat medis di lokasi. Tak hanya itu, tersedia pula ruang makan dan area olahraga yang dilengkapi meja tenis untuk melepas penat para pengunjung.
Menariknya, area camping ground ini juga menjadi panggung bagi pemberdayaan ekonomi lokal. Pertamina menyediakan ruang khusus bagi pelaku UMKM binaan untuk menjajakan produk makanan dan kebutuhan lainnya. Hal ini bertujuan agar dampak ekonomi dari ajang MotoGP tidak hanya dirasakan oleh penyelenggara, tetapi juga mengalir langsung ke masyarakat sekitar.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, seluruh perlengkapan yang digunakan selama ajang berlangsung tidak akan dibuang begitu saja. Setelah balapan berakhir, barang-barang seperti kasur dan karpet akan dikumpulkan untuk didonasikan kepada masyarakat di desa-desa sekitar sirkuit yang membutuhkan. Dengan demikian, semangat keberlanjutan dan manfaat sosial tetap terjaga bahkan setelah deru mesin motor berhenti di lintasan Mandalika.


