Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Danantara Guncang Industri Hotel BUMN Ini Alasannya

    15-08-2026 - 14.20

    Anggaran Subsidi Energi 2027 Meroket Fantastis

    15-08-2026 - 08.20

    Skandal Dagang Global Terkuak AS Murka 40 Negara

    15-08-2026 - 05.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Danantara Guncang Industri Hotel BUMN Ini Alasannya
    • Anggaran Subsidi Energi 2027 Meroket Fantastis
    • Skandal Dagang Global Terkuak AS Murka 40 Negara
    • Indonesia Siap Banjiri Malaysia Beras Premium
    • Surabaya Gempar Hotel Mewah CT Corp Resmi Buka
    • Target Rupiah Prabowo Bikin Geger Pasar Uang
    • Bandara Husein Kembali Gempar Setelah 3 Tahun
    • Molinas: Indonesia Bakal Jadi Raja Motor Listrik
    Faktual News
    Home - Market - Skandal Dagang Global Terkuak AS Murka 40 Negara
    Market

    Skandal Dagang Global Terkuak AS Murka 40 Negara

    15-08-2026 - 05.2002 Mins Read0
    skandal dagang global terkuak as murka 40 negara

    faktual.news – Gedung Putih melontarkan tuduhan mengejutkan lebih dari 40 negara termasuk sekutu dekat Amerika Serikat seperti Kanada Meksiko Jepang dan Uni Eropa dituding membantu Tiongkok mengakali tarif impor AS. Modus operandi yang disebut transshipment ini diduga memanipulasi jalur perdagangan demi menghindari bea masuk tinggi yang diberlakukan Washington.

    Laporan Financial Times menguak praktik curang ini telah mengalihkan perdagangan senilai 60 miliar dolar AS. Dokumen internal Gedung Putih berjudul The Great Transshipment Scam bahkan memperkirakan nilai perdagangan ilegal ini bisa mencapai 40 hingga 303 miliar dolar AS. Angka fantastis ini menunjukkan skala penipuan yang tidak bisa dianggap remeh.

    Skandal Dagang Global Terkuak AS Murka 40 Negara
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Peter Navarro Kepala Kebijakan Perdagangan dan Manufaktur Gedung Putih menegaskan Tiongkok telah menggunakan metode sangat canggih sejak Presiden Donald Trump pertama kali memberlakukan tarif pada produk Negeri Tirai Bambu di tahun 2018. Skema ini terus berlanjut memanfaatkan perbedaan tingkat tarif yang tercipta antarnegara.

    "Penipuan transshipment masif ini memungkinkan Tiongkok mencuci ekspornya ke lebih dari 40 negara merampok Departemen Keuangan AS puluhan miliar dolar dan mencuri pekerjaan warga Amerika" ujar Navarro. Ia menambahkan negara-negara lain yang terkena tarif tinggi seperti India dan Vietnam juga mulai meniru pola serupa untuk menghindari beban bea masuk.

    Untuk memerangi praktik ini Bea Cukai AS CBP kini memanfaatkan sistem berbasis kecerdasan buatan AI bernama Detective Border. Teknologi canggih ini membantu mengidentifikasi komposisi dan asal barang ekspor secara akurat memastikan penentuan tarif yang tepat. Navarro optimis langkah ini akan menambah pendapatan negara hingga puluhan miliar dolar dan menciptakan ribuan lapangan kerja baru bagi warga AS.

    Sementara itu Perwakilan Dagang AS USTR Jamieson Greer menambahkan pemerintahan Trump telah memasukkan klausul anti-transshipment dalam perjanjian dagang baru yang dinegosiasikan. USTR juga sedang menyusun aturan asal barang yang ketat untuk menentukan negara produsen asli sebuah produk sehingga tingkat tarif yang berlaku dapat ditetapkan secara adil.

    Greer menegaskan transshipment adalah tindakan mengambil keuntungan secara cuma-cuma dari kesepakatan dagang dan seringkali menjadi alasan utama diberlakukannya tarif. Ini adalah bentuk eksploitasi oleh eksportir yang beritikad buruk.

    Tuduhan ini muncul sekitar enam pekan sebelum Presiden Tiongkok Xi Jinping diperkirakan melakukan kunjungan balasan ke Washington. Hubungan dagang AS-Tiongkok masih berada dalam kondisi tegang meskipun kedua negara sempat menyepakati gencatan perdagangan. Kekhawatiran AS juga mencakup komitmen Tiongkok terhadap ekspor logam tanah jarang dan kebijakan keamanan nasional seperti keputusan Federal Communications Commission FCC yang melarang impor robot asal Tiongkok.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Danantara Guncang Industri Hotel BUMN Ini Alasannya

      15-08-2026 - 14.20

      Anggaran Subsidi Energi 2027 Meroket Fantastis

      15-08-2026 - 08.20

      Indonesia Siap Banjiri Malaysia Beras Premium

      15-08-2026 - 02.20

      Surabaya Gempar Hotel Mewah CT Corp Resmi Buka

      14-08-2026 - 21.20

      Target Rupiah Prabowo Bikin Geger Pasar Uang

      14-08-2026 - 18.20

      Bandara Husein Kembali Gempar Setelah 3 Tahun

      14-08-2026 - 14.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Danantara Guncang Industri Hotel BUMN Ini Alasannya
      • Anggaran Subsidi Energi 2027 Meroket Fantastis
      • Skandal Dagang Global Terkuak AS Murka 40 Negara
      • Indonesia Siap Banjiri Malaysia Beras Premium
      • Surabaya Gempar Hotel Mewah CT Corp Resmi Buka

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.