faktual.news – Setelah tiga tahun lamanya sepi dari deru pesawat jet komersial, Bandara Husein Sastranegara Bandung akhirnya kembali hidup. Momen bersejarah ini ditandai dengan pendaratan perdana pesawat Garuda Indonesia, membawa harapan baru bagi konektivitas udara di Jawa Barat.
Pesawat Boeing 737-C800 New Generation dengan nomor penerbangan GA334, yang mengangkut 12 penumpang kelas bisnis dan 150 penumpang kelas ekonomi, sukses mendarat pada Jumat pagi pukul 10.15 WIB. Kedatangan dari Denpasar ini disambut meriah dengan tradisi "water salute", semburan air dari dua mobil pemadam kebakaran yang membentuk gerbang kehormatan, menandai babak baru operasional bandara yang berlokasi strategis di tengah Kota Kembang ini.

Sebelumnya, sejak 29 Oktober 2023, Bandara Husein Sastranegara memang menghentikan layanan penerbangan jet komersial berjadwal. Seluruh operasional pesawat jet dipindahkan ke Bandara Internasional Kertajati di Majalengka. Selama periode tersebut, Bandara Husein hanya melayani penerbangan pesawat baling-baling, aktivitas militer, dan sekolah penerbangan, menjadikannya kurang ramai dibandingkan masa jayanya.
Kembalinya Bandara Husein melayani jet komersial bukan tanpa persiapan matang. PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) telah mengantongi restu dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), yang tertuang dalam surat Dirjen Perhubungan Udara Nomor AU.101/17/4/DRJU.DBU-2026. Persetujuan ini diberikan setelah InJourney Airports dinilai memenuhi semua standar kesiapan operasional, mencakup aspek keamanan, keselamatan, pelayanan, serta kepatuhan terhadap regulasi penerbangan yang berlaku. Bahkan, simulasi operasional skala penuh telah digelar pada 10 Agustus 2026, melibatkan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran alur penumpang dan bagasi.
Untuk mendukung operasional jet modern, Bandara Husein Sastranegara telah meningkatkan kualitas fasilitasnya. Sisi udara (air side) kini dilengkapi landas pacu berukuran 2.220 x 45 meter dan apron seluas 388 x 80 meter, siap menampung pendaratan dan lepas landas pesawat sekelas Boeing 737-800. Aspek keselamatan diperkuat dengan fasilitas Airport Rescue & Fire Fighting Kategori 7. Sementara itu, terminal penumpang seluas 12.000 meter persegi mampu menampung 3,4 juta penumpang per tahun. Fasilitasnya mencakup 26 konter check-in, 6 unit self check-in kiosk, serta conveyor belt terbaru. Area tunggu penumpang atau boarding lounge pun semakin nyaman dengan adanya coworking space dan kid zone, dilengkapi 6 musholla, 22 toilet, 2 eskalator, dan 3 lift. InJourney Airports juga memastikan 17 gerai komersial siap melayani kebutuhan penumpang.


