Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Mengejar Target Lifting Minyak Nasional

    22-10-2026 - 05.20

    Indonesia Tak Gentar Hadapi Tekanan MSCI

    22-10-2026 - 02.55

    Harga BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun

    22-10-2026 - 02.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Mengejar Target Lifting Minyak Nasional
    • Indonesia Tak Gentar Hadapi Tekanan MSCI
    • Harga BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun
    • Ketegangan di Selat Hormuz Ancam Stok BBM
    • Strategi Baru Sompo Syariah Kuasai Pasar
    • Misteri Kekayaan Alam Papua
    • Aturan Baru Penentuan Upah Minimum 2027
    • Investasi KEK Tetap Kokoh Meski MSCI Berubah
    Faktual News
    Home - Market - Rupiah Terus Tertekan Tembus Rp18.022
    Market

    Rupiah Terus Tertekan Tembus Rp18.022

    21-10-2026 - 16.2003 Mins Read0
    rupiah terus tertekan tembus rp18 022

    Faktual.news – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan pada perdagangan Rabu (21/10) sore. Mata uang kebanggaan Indonesia ini tercatat merosot ke level Rp18.022 per dolar AS. Jika dibandingkan dengan posisi perdagangan sebelumnya, mata uang Garuda mengalami penurunan sebesar 30 poin atau setara dengan 0,17 persen.

    Kondisi ini menambah daftar panjang tantangan bagi stabilitas mata uang domestik di tengah fluktuasi pasar global. Pelemahan rupiah ini tidak terjadi secara tunggal, melainkan juga dipengaruhi oleh dinamika pergerakan berbagai mata uang utama lainnya, baik di kawasan Asia maupun di pasar negara maju, yang menunjukkan tren yang sangat bervariasi terhadap dolar AS.

    Rupiah Terus Tertekan Tembus Rp18.022
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Jika menilik pergerakan mata uang di kawasan Asia, situasinya tampak cukup beragam. Yuan China tercatat mengalami pelemahan tipis sebesar 0,04 persen. Sementara itu, ringgit Malaysia justru menunjukkan penguatan tipis sebesar 0,04 persen. Di sisi lain, dolar Singapura mengalami penurunan marginal sebesar 0,01 persen, sedangkan yen Jepang sedikit menguat sebesar 0,01 persen.

    Pergerakan mata uang Asia lainnya juga menunjukkan dinamika yang kontras. Won Korea Selatan mencatatkan penguatan sebesar 0,18 persen, sementara peso Filipina justru mengalami depresiasi yang cukup tajam sebesar 0,43 persen. Adapun dolar Hong Kong terpantau menguat tipis 0,02 persen terhadap dolar AS.

    Kondisi serupa juga terlihat pada mata uang utama di negara-negara maju. Euro Eropa mengalami penurunan sebesar 0,11 persen, sedangkan poundsterling Inggris justru menguat 0,09 persen. Di belahan dunia lain, dolar Australia menunjukkan apresiasi sebesar 0,33 persen, dolar Kanada naik 0,04 persen, dan franc Swiss melemah tipis sebesar 0,01 persen.

    Menanggapi fenomena ini, analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, memberikan pandangannya. Menurutnya, pelemahan rupiah saat ini merupakan respons langsung dari kebijakan moneter yang diambil oleh Bank Indonesia (BI). Langkah BI yang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen menjadi salah satu faktor pendorong melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

    Namun, Lukman menambahkan bahwa pelemahan rupiah tidak terjadi secara liar tanpa hambatan. Ia mencatat bahwa tekanan di pasar ekuitas yang mulai mereda memberikan sedikit napas bagi rupiah, sehingga mencegah penurunan yang lebih dalam.

    "Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS merespons langkah BI yang mempertahankan tingkat suku bunga, hanya menaikkan deposit rate. Tekanan yang mereda di pasar ekuitas sedikit banyak menahan pelemahan lebih lanjut," ungkap Lukman kepada faktual.news.

    Para pelaku pasar kini tengah menanti langkah selanjutnya dari otoritas moneter serta arah kebijakan bank sentral global, terutama Federal Reserve, yang diprediksi akan terus memengaruhi arah gerak mata uang di seluruh dunia, termasuk rupiah.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Mengejar Target Lifting Minyak Nasional

      22-10-2026 - 05.20

      Indonesia Tak Gentar Hadapi Tekanan MSCI

      22-10-2026 - 02.55

      Harga BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun

      22-10-2026 - 02.20

      Ketegangan di Selat Hormuz Ancam Stok BBM

      21-10-2026 - 23.55

      Strategi Baru Sompo Syariah Kuasai Pasar

      21-10-2026 - 23.20

      Misteri Kekayaan Alam Papua

      21-10-2026 - 21.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Mengejar Target Lifting Minyak Nasional
      • Indonesia Tak Gentar Hadapi Tekanan MSCI
      • Harga BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun
      • Ketegangan di Selat Hormuz Ancam Stok BBM
      • Strategi Baru Sompo Syariah Kuasai Pasar

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.