Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Mengejar Target Lifting Minyak Nasional

    22-10-2026 - 05.20

    Indonesia Tak Gentar Hadapi Tekanan MSCI

    22-10-2026 - 02.55

    Harga BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun

    22-10-2026 - 02.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Mengejar Target Lifting Minyak Nasional
    • Indonesia Tak Gentar Hadapi Tekanan MSCI
    • Harga BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun
    • Ketegangan di Selat Hormuz Ancam Stok BBM
    • Strategi Baru Sompo Syariah Kuasai Pasar
    • Misteri Kekayaan Alam Papua
    • Aturan Baru Penentuan Upah Minimum 2027
    • Investasi KEK Tetap Kokoh Meski MSCI Berubah
    Faktual News
    Home - Market - Ketegangan di Selat Hormuz Ancam Stok BBM
    Market

    Ketegangan di Selat Hormuz Ancam Stok BBM

    21-10-2026 - 23.5502 Mins Read0
    ketegangan di selat hormuz ancam stok bbm

    Faktual.news – Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah kini memasuki fase yang sangat krusial dan penuh ketidakpastian. Eskalasi konflik yang terus memanas, terutama setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz, telah memicu kekhawatiran global. Meski letaknya jauh dari Nusantara, dampak dari penutupan jalur maritim paling strategis di dunia ini diprediksi akan menghantam stabilitas pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia.

    Selat Hormuz bukan sekadar jalur perairan biasa. Wilayah ini merupakan urat nadi energi dunia yang menghubungkan pusat produksi minyak di Teluk dengan pasar-pasar besar di Asia. Penutupan jalur ini secara otomatis akan mengganggu distribusi minyak mentah dunia dalam skala yang sangat masif.

    Ketegangan di Selat Hormuz Ancam Stok BBM
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Praktisi migas sekaligus mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), Hadi Ismoyo, mengungkapkan bahwa penutupan Selat Hormuz berpotensi mengganggu sekitar 20 persen kebutuhan minyak mentah dunia. Jika dikonversi, angka ini setara dengan hampir 20 juta barel per hari (bopd).

    Bagi Indonesia, ancaman ini sangat nyata karena ketergantungan terhadap impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah masih cukup tinggi. "Sekitar 25 persen kebutuhan kita diimpor dari Timur Tengah atau setara dengan 0,3 juta bopd. Jumlah ini sangat signifikan jika Selat Hormuz terus ditutup," ujar Hadi dalam keterangannya.

    Dampak konflik ini ternyata tidak hanya terbatas pada masalah ketersediaan fisik minyak di tangki penyimpanan. Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, menjelaskan bahwa gangguan ini memiliki efek domino yang kompleks. Ketika ketegangan keamanan meningkat, pasar global cenderung bereaksi lebih cepat daripada ketersediaan barang di lapangan.

    Menurut Syafruddin, lonjakan harga minyak dapat terjadi bahkan sebelum terjadi kelangkaan fisik. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya risiko operasional di jalur pelayaran, seperti kenaikan tarif sewa kapal tanker, lonjakan premi asuransi perang, hingga kebutuhan pengawalan militer bagi kapal-kapal tanker. Semua biaya tambahan ini pada akhirnya akan dibebankan pada harga beli minyak mentah dan produk olahan yang dibeli oleh Pertamina.

    "Biaya-biaya tersebut akan masuk ke dalam harga crude dan produk olahan yang dibeli Pertamina," jelas Syafruddin.

    Kondisi ini semakin menantang bagi Indonesia yang telah menyandang status sebagai pengimpor bersih (net importer) minyak sejak tahun 2004. Setiap kali harga minyak global melonjak akibat konflik, kebutuhan akan dolar AS untuk transaksi internasional juga akan meningkat. Jika di saat yang sama nilai tukar rupiah melemah, maka harga minyak impor dalam satuan rupiah akan melonjak jauh lebih tinggi, yang pada akhirnya berpotensi menekan APBN dan stabilitas ekonomi domestik.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Mengejar Target Lifting Minyak Nasional

      22-10-2026 - 05.20

      Indonesia Tak Gentar Hadapi Tekanan MSCI

      22-10-2026 - 02.55

      Harga BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun

      22-10-2026 - 02.20

      Strategi Baru Sompo Syariah Kuasai Pasar

      21-10-2026 - 23.20

      Misteri Kekayaan Alam Papua

      21-10-2026 - 21.55

      Aturan Baru Penentuan Upah Minimum 2027

      21-10-2026 - 21.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Mengejar Target Lifting Minyak Nasional
      • Indonesia Tak Gentar Hadapi Tekanan MSCI
      • Harga BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun
      • Ketegangan di Selat Hormuz Ancam Stok BBM
      • Strategi Baru Sompo Syariah Kuasai Pasar

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.