Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    IHSG Terbang Tinggi! Sesi I Cetak Rekor Baru?

    22-01-2026 - 14.20

    IHSG Rekor! Investor Wajib Waspada Jebakan Ini

    22-01-2026 - 05.20

    Izin Dicabut, Saham UNTR Anjlok! Ada Apa?

    21-01-2026 - 20.33
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • IHSG Terbang Tinggi! Sesi I Cetak Rekor Baru?
    • IHSG Rekor! Investor Wajib Waspada Jebakan Ini
    • Izin Dicabut, Saham UNTR Anjlok! Ada Apa?
    • IHSG Melesat di Awal Tahun: Sektor Ini Bikin Investor Tersenyum Lebar!
    • Jakarta Punya Pusat Air Modern Rp253 Miliar, WEGE Ungkap Fitur Unik!
    • IHSG 10.000 Bukan Mimpi? OJK & Pakar Ungkap Skenarionya!
    • Terungkap! 3 Mandat Krusial OJK untuk Direksi BEI Baru
    Faktual News
    Home - Market - Rupiah Terancam? Intip Strategi BI dan Wall Street!
    Market

    Rupiah Terancam? Intip Strategi BI dan Wall Street!

    16-12-2025 - 14.2003 Mins Read0
    Rupiah Terancam? Intip Strategi BI dan Wall Street!

    Faktual News – Mengawali perdagangan hari ini, Selasa (16/12/2025), nilai tukar rupiah terpantau bergerak di zona merah. Mata uang Garuda dibuka melemah tipis di level Rp16.671 per dolar Amerika Serikat (AS), mengalami depresiasi sebesar 0,02 persen dibandingkan posisi penutupan kemarin di Rp16.667 per dolar AS. Pelemahan ini mencerminkan sikap kehati-hatian pasar yang tengah mencermati dinamika ekonomi global dan antisipasi kebijakan Bank Indonesia.

    Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah sejalan dengan sentimen pasar global yang cenderung lesu, terutama di Wall Street. Investor global tampak menahan diri (wait and see), mencermati rilis serangkaian data ekonomi krusial dari Amerika Serikat. Data-data tersebut meliputi tingkat pengangguran, penjualan ritel, aktivitas bisnis, hingga inflasi, yang diperkirakan akan memberikan petunjuk arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) ke depan.

    Rupiah Terancam? Intip Strategi BI dan Wall Street!
    Gambar Istimewa : assets.pikiran-rakyat.com

    Proyeksi menunjukkan bahwa tingkat pengangguran AS pada November 2025 berpotensi naik menjadi 4,5 persen dari 4,4 persen pada September. Kenaikan ini mengisyaratkan pelonggaran bertahap di pasar tenaga kerja, yang dapat mengurangi tekanan bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan yang terlalu hawkish. Di sisi lain, penjualan ritel AS diprediksi hanya tumbuh 0,1 persen secara bulanan (mtm) pada Oktober 2025, melambat dari 0,2 persen di bulan sebelumnya. Perlambatan ini mengindikasikan adanya tekanan pada daya beli konsumen akibat tingginya biaya hidup dan suku bunga.

    "Meskipun konsumsi ritel lebih lemah, inflasi AS kemungkinan akan tetap tinggi karena inflasi sektor jasa yang terus-menerus dan biaya struktural berbasis upah. Kondisi ini mendorong The Fed untuk mempertahankan pendekatan yang bergantung pada data dan hati-hati terhadap pelonggaran kebijakan. Akibatnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS diperkirakan akan tetap relatif tinggi," ujar Andry, Selasa, 16 Desember 2025.

    Antisipasi Pasar Terhadap Kebijakan Bank Indonesia

    Tak hanya sentimen global, Andry menambahkan bahwa pelaku pasar domestik juga menantikan hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan berlangsung esok hari. Bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak eksternal. Dengan sikap kebijakan yang cenderung stabil, diharapkan arus masuk modal asing ke pasar domestik dapat terus berlanjut, memberikan dukungan bagi rupiah.

    Melihat berbagai faktor tersebut, Andry Asmoro memproyeksikan pergerakan rupiah akan berada dalam rentang terbatas sepanjang perdagangan hari ini. "Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.642 hingga Rp16.691 per dolar AS," pungkasnya. Pasar kini menanti dengan seksama setiap petunjuk dari kedua bank sentral, baik The Fed maupun BI, yang akan sangat menentukan arah pergerakan mata uang dan sentimen investasi ke depan.

    Editor: Yulian Saputra

    Ikuti Kami di Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

    kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

    Baca Juga

    IHSG Terbang Tinggi! Sesi I Cetak Rekor Baru?

    22-01-2026 - 14.20

    IHSG Rekor! Investor Wajib Waspada Jebakan Ini

    22-01-2026 - 05.20

    Izin Dicabut, Saham UNTR Anjlok! Ada Apa?

    21-01-2026 - 20.33

    IHSG Melesat di Awal Tahun: Sektor Ini Bikin Investor Tersenyum Lebar!

    10-01-2026 - 21.20

    Jakarta Punya Pusat Air Modern Rp253 Miliar, WEGE Ungkap Fitur Unik!

    10-01-2026 - 14.20

    IHSG 10.000 Bukan Mimpi? OJK & Pakar Ungkap Skenarionya!

    10-01-2026 - 05.20
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Recent Posts

    • IHSG Terbang Tinggi! Sesi I Cetak Rekor Baru?
    • IHSG Rekor! Investor Wajib Waspada Jebakan Ini
    • Izin Dicabut, Saham UNTR Anjlok! Ada Apa?
    • IHSG Melesat di Awal Tahun: Sektor Ini Bikin Investor Tersenyum Lebar!
    • Jakarta Punya Pusat Air Modern Rp253 Miliar, WEGE Ungkap Fitur Unik!

    Recent Comments

    Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

    Archives

    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025

    Categories

    • Dunia
    • Esports
    • Market
    • Olahraga
    • Sepakbola
    Faktual News
    • Home
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Tentang Kami
    © 2026 faktual.news | KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.