Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Terungkap Purbaya Bandingkan Swasta Era SBY Jokowi

    03-09-2026 - 18.20

    Awas Jebakan Maut Loker Luar Negeri di Medsos

    03-09-2026 - 14.20

    Agrinas Palma Bawa Berkah di Tengah Puing NTT

    03-09-2026 - 08.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Terungkap Purbaya Bandingkan Swasta Era SBY Jokowi
    • Awas Jebakan Maut Loker Luar Negeri di Medsos
    • Agrinas Palma Bawa Berkah di Tengah Puing NTT
    • Kapuas Kering Ekstrem Tongkang Sawit Terjebak
    • RI Diserbu Turis Asing Angka Fantastis BPS
    • Rahasia RI Berhenti Impor Garam Terkuak
    • Freeport Kucurkan Dana Fantastis Untuk NTT
    • Cadangan Energi RI Bakal Melonjak Drastis Mengapa
    Faktual News
    Home - Market - Rupiah Loyo Dihantam Badai Timur Tengah: Investor Waspada!
    Market

    Rupiah Loyo Dihantam Badai Timur Tengah: Investor Waspada!

    15-03-2026 - 14.2002 Mins Read2
    rupiah loyo dihantam badai timur tengah investor waspada

    Faktual News – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan signifikan di awal perdagangan Jumat (13/3/2026), tertekan oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Mata uang Garuda dibuka pada level Rp16.923 per dolar AS, mencatat depresiasi sebesar 0,18 persen dari penutupan sebelumnya di Rp16.893 per dolar AS.

    Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, menjelaskan bahwa pasar keuangan global sedang merasakan dampak langsung dari memanasnya situasi di Timur Tengah. "Pemimpin tertinggi baru Iran telah menegaskan kembali niat untuk menutup Selat Hormuz, serta menyatakan bahwa konflik akan terus berlanjut karena alasan strategis," ujar Andry pada Jumat, 13 Maret 2026. Pernyataan ini, menurutnya, telah memicu lonjakan harga minyak dunia, yang pada gilirannya meningkatkan ekspektasi inflasi secara global.

    Rupiah Loyo Dihantam Badai Timur Tengah: Investor Waspada!
    Gambar Istimewa : thumb.viva.co.id

    Selain itu, pasar obligasi pemerintah AS juga menunjukkan tekanan. Imbal hasil obligasi terimbas kekhawatiran terhadap prospek fiskal Amerika Serikat, terutama dengan adanya peningkatan belanja pertahanan yang signifikan. Di tengah ketidakpastian ini, dolar AS justru menguat terhadap berbagai mata uang utama di pasar global, menambah beban bagi rupiah.

    Menanti Sinyal dari The Fed dan Data Ekonomi AS

    Pelaku pasar kini menanti keputusan Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan pekan depan. Mayoritas memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga Fed Funds Rate. Namun, perhatian utama investor akan tertuju pada proyeksi suku bunga terbaru yang akan dirilis The Fed, mencari petunjuk arah kebijakan moneter ke depan. Andry Asmoro memprediksi bahwa pasar saat ini hanya mengantisipasi satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, yang kemungkinan besar akan terjadi pada September 2026.

    Investor juga bersiap menghadapi serangkaian data ekonomi penting dari AS yang dijadwalkan rilis. Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Januari, yang merupakan indikator inflasi favorit The Fed, dijadwalkan rilis hari ini. "Meskipun data PCE Januari belum sepenuhnya mencerminkan dampak perang Iran, rilis ini tetap krusial untuk mengukur tekanan inflasi," tambah Andry. Selain itu, pasar juga akan mencermati revisi pertama pertumbuhan PDB AS kuartal IV serta data kepercayaan konsumen untuk bulan Maret, yang dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kesehatan ekonomi Negeri Paman Sam.

    Untuk pergerakan rupiah hari ini, Andry memperkirakan akan berada dalam kisaran Rp16.874 hingga Rp16.946 per dolar AS, mencerminkan volatilitas yang dipicu oleh sentimen global dan data ekonomi yang akan datang.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Terungkap Purbaya Bandingkan Swasta Era SBY Jokowi

      03-09-2026 - 18.20

      Awas Jebakan Maut Loker Luar Negeri di Medsos

      03-09-2026 - 14.20

      Agrinas Palma Bawa Berkah di Tengah Puing NTT

      03-09-2026 - 08.20

      Kapuas Kering Ekstrem Tongkang Sawit Terjebak

      03-09-2026 - 05.20

      RI Diserbu Turis Asing Angka Fantastis BPS

      03-09-2026 - 02.20

      Rahasia RI Berhenti Impor Garam Terkuak

      02-09-2026 - 21.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Terungkap Purbaya Bandingkan Swasta Era SBY Jokowi
      • Awas Jebakan Maut Loker Luar Negeri di Medsos
      • Agrinas Palma Bawa Berkah di Tengah Puing NTT
      • Kapuas Kering Ekstrem Tongkang Sawit Terjebak
      • RI Diserbu Turis Asing Angka Fantastis BPS

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.