Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    IKN Jadi Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

    09-10-2026 - 16.55

    Rupiah Berhasil Menahan Laju Dolar AS

    09-10-2026 - 16.20

    Nasib Saham Kereta Cepat Whoosh

    09-10-2026 - 14.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • IKN Jadi Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027
    • Rupiah Berhasil Menahan Laju Dolar AS
    • Nasib Saham Kereta Cepat Whoosh
    • Cara Awasi Program Makan Bergizi Gratis
    • Solusi Cepat Mentan Atasi Masalah Peternak
    • Membangun Ekonomi dari Toko Kecil
    • Tantangan Besar Menkeu Dongkrak Pajak RI
    • Harga Emas Antam Merangkak Naik Hari Ini
    Faktual News
    Home - Market - Rupiah Berhasil Menahan Laju Dolar AS
    Market

    Rupiah Berhasil Menahan Laju Dolar AS

    09-10-2026 - 16.2003 Mins Read0
    rupiah berhasil menahan laju dolar as

    Faktual.news – Mata uang Garuda menunjukkan performa positif pada penutupan perdagangan pekan ini. Nilai tukar rupiah tercatat berhasil menguat tipis ke level Rp17.899 per dolar AS pada perdagangan Jumat sore. Meskipun kenaikannya tidak terlalu signifikan, pergerakan ini memberikan sinyal positif di tengah fluktuasi pasar keuangan global yang dinamis.

    Secara teknis, rupiah mengalami apresiasi sebesar 16 poin atau setara dengan 0,09 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari perdagangan sebelumnya. Penguatan ini menjadi catatan penting bagi stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian pasar mata uang di kawasan Asia dan dunia.

    Rupiah Berhasil Menahan Laju Dolar AS
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Jika menilik kondisi pasar di kawasan Asia, pergerakan mata uang menunjukkan tren yang bervariasi terhadap dolar AS. Sejumlah mata uang regional terpantau bergerak searah dengan rupiah. Sebagai contoh, yuan China mencatatkan kenaikan sebesar 0,15 persen, disusul oleh peso Filipina yang terapresiasi 0,11 persen. Ringgit Malaysia juga tidak ketinggalan dengan penguatan 0,11 persen, sementara dolar Singapura naik tipis 0,08 persen, dan dolar Hong Kong menguat marginal sebesar 0,01 persen.

    Namun, tidak semua mata uang di Asia mengalami tren positif. Yen Jepang justru mengalami tekanan dengan pelemahan sebesar 0,28 persen, sementara won Korea Selatan juga mengalami depresiasi tipis sebesar 0,01 persen terhadap dolar AS.

    Di pasar global, mata uang negara-negara maju juga menunjukkan pergerakan yang beragam. Pound sterling Inggris naik 0,12 persen, dolar Australia menguat cukup signifikan sebesar 0,30 persen, dolar Kanada naik 0,01 persen, dan franc Swiss menguat 0,13 persen. Di sisi lain, mata uang euro Eropa justru mengalami tekanan dan melemah sebesar 0,15 persen terhadap dolar AS.

    Menanggapi fenomena ini, analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan rupiah dipicu oleh kombinasi faktor eksternal yang menguntungkan. Menurutnya, penurunan harga minyak mentah dunia serta pelemahan indeks dolar AS menjadi motor utama penguatan mata uang Garuda. Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat turut memberikan sentimen positif.

    "Rupiah ditutup menguat ke level Rp17.899 per dolar AS, didukung oleh penurunan harga minyak mentah dunia, pelemahan dolar AS sendiri, dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS setelah lelang obligasi tenor 30 tahun mencatat permintaan yang kuat," ungkap Lukman saat memberikan keterangannya kepada faktual.news.

    Tak hanya faktor dari luar negeri, kondisi ekonomi domestik juga memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan rupiah. Salah satu pendorong utamanya adalah rilis data ekonomi yang menunjukkan geliat konsumsi masyarakat yang kuat.

    "Data penjualan ritel Indonesia yang tumbuh paling tinggi dalam lima bulan terakhir juga ikut mendukung penguatan rupiah," tambah Lukman. Pertumbuhan sektor ritel ini menjadi indikator bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga, yang pada akhirnya memberikan fondasi kuat bagi stabilitas nilai tukar rupiah di pasar internasional.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      IKN Jadi Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

      09-10-2026 - 16.55

      Nasib Saham Kereta Cepat Whoosh

      09-10-2026 - 14.55

      Cara Awasi Program Makan Bergizi Gratis

      09-10-2026 - 14.20

      Solusi Cepat Mentan Atasi Masalah Peternak

      09-10-2026 - 12.55

      Membangun Ekonomi dari Toko Kecil

      09-10-2026 - 12.20

      Tantangan Besar Menkeu Dongkrak Pajak RI

      09-10-2026 - 10.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • IKN Jadi Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027
      • Rupiah Berhasil Menahan Laju Dolar AS
      • Nasib Saham Kereta Cepat Whoosh
      • Cara Awasi Program Makan Bergizi Gratis
      • Solusi Cepat Mentan Atasi Masalah Peternak

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.