Faktual.news – Ibu Kota Nusantara (IKN) secara resmi telah ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Borneo Economic Forum (BEF) pada tahun 2027 mendatang. Kepastian ini menjadi kabar membanggakan bagi Indonesia, mengingat forum ini merupakan ajang strategis yang mempertemukan para pengambil kebijakan dan pelaku usaha dari tiga negara serumpun, yakni Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Pengumuman penting tersebut disampaikan pada saat penutupan rangkaian acara Borneo Economic Forum 2026 yang berlangsung di Hotel Hilton, Kuching, Malaysia, pada Rabu (7/10). Penunjukan IKN sebagai lokasi penyelenggaraan edisi ketiga ini menandai babak baru dalam upaya memperkuat integrasi ekonomi di kawasan Pulau Kalimantan.

Borneo Economic Forum merupakan wadah pertemuan tahunan yang sangat krusial bagi stabilitas ekonomi regional. Melalui forum ini, berbagai isu strategis seperti peluang perdagangan lintas batas, arus investasi, konektivitas antarwilayah, hingga bentuk kerja sama ekonomi regional lainnya akan dibahas secara mendalam. Dengan menjadikan IKN sebagai pusat pertemuan, diharapkan sinergi ekonomi antara Indonesia, Malaysia, dan Brunei dapat terwujud secara lebih konkret dan nyata.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memberikan penjelasan mendalam mengenai progres pembangunan ibu kota baru tersebut. Ia menekankan bahwa visi pembangunan IKN jauh lebih luas daripada sekadar memindahkan pusat pemerintahan negara. Menurutnya, IKN dirancang untuk menjadi motor penggerak ekonomi baru di wilayah Kalimantan Timur.
"Nusantara tidak hanya dibangun sebagai ibu kota pemerintahan, tetapi juga untuk membuka peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang," ujar Basuki dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/10).
Secara geografis, posisi IKN yang berada di antara Balikpapan dan Samarinda memberikan keuntungan strategis untuk menjadi bagian dari ekosistem pertumbuhan ekonomi baru. Pemerintah saat ini tengah fokus pada penyelesaian tahap kedua pembangunan, di mana infrastruktur fisik yang telah terbangun menjadi fondasi kuat untuk melanjutkan fase-fase berikutnya.
Basuki juga secara terbuka mengundang para pemimpin daerah, pelaku industri, serta perwakilan lembaga internasional untuk meninjau langsung kemajuan proyek di lapangan. Kunjungan ini diharapkan dapat menciptakan dialog langsung antara calon investor dengan tim pengembang IKN, sehingga penjajakan peluang kemitraan di berbagai sektor dapat dilakukan secara lebih efektif.
"Progres yang sudah tercapai saat ini menjadi fondasi untuk tahap selanjutnya dan akan ada lebih banyak hal yang dapat dicapai. Saya mengundang para pemimpin, pelaku bisnis, dan perwakilan institusi yang hadir hari ini untuk mengunjungi Nusantara, berinteraksi dengan tim kami, serta menjajaki peluang kerja sama," pungkas Basuki.
Penunjukan IKN sebagai tuan rumah BEF 2027 diyakini akan menjadi momentum emas bagi Indonesia untuk menunjukkan kesiapan infrastruktur dan stabilitas ekonomi di mata dunia, sekaligus mempererat hubungan ekonomi dengan negara-negara tetangga di kawasan Borneo.


