Faktual News melaporkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan hari Kamis, 14 Agustus 2025, dengan performa impresif. IHSG mengunjungi zona hijau, menguat 0,49 persen dan menetap di angka 7.931,25, naik dari posisi sebelumnya di 7.892,91. Yang lebih mengesankan, IHSG sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) baru di level 7.973,98, melampaui rekor tahun lalu di angka 7.910,86. Ini menjadi sinyal positif bagi pasar modal domestik.
Data RTI Business mencatat aktivitas perdagangan yang cukup signifikan. Sebanyak 42,07 miliar saham diperdagangkan dengan frekuensi transaksi mencapai 2,14 juta kali, menghasilkan total nilai transaksi yang mencapai Rp18,59 triliun. Meskipun demikian, pergerakan tidak merata di seluruh indeks. IDX30 dan LQ45 justru mengalami pelemahan masing-masing sebesar 0,42 persen dan 0,35 persen, sementara Sri-Kehati juga melemah tipis 0,08 persen. Hanya JII yang ikut menguat, naik 0,34 persen.

Sektor-sektor unggulan juga menunjukkan kinerja yang beragam. Sektor teknologi memimpin dengan kenaikan 3,84 persen, disusul sektor kesehatan (1,38 persen), non-siklikal (0,60 persen), siklikal (0,55 persen), energi (0,45 persen), dan transportasi (0,30 persen). Di sisi lain, sektor infrastruktur, keuangan, industri, bahan baku, dan properti mengalami penurunan.
Beberapa saham mencuri perhatian dengan performa menonjol. Saham-saham seperti PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO), PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), dan PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) masuk dalam daftar top gainers. Sebaliknya, PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON), PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) menjadi top losers. Adapun saham yang paling aktif diperdagangkan adalah PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Multipolar Tbk (MLPL). Pergerakan IHSG ini patut dipantau lebih lanjut untuk melihat tren selanjutnya.

