Faktual News mengawali pekan ini dengan kabar positif dari pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat signifikan, mencapai level 7.593,67 pada pukul 09.00 WIB, Senin (11/8). Kenaikan ini mencapai 0,80 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu di angka 7.533,38. Data RTI Business mencatat transaksi cukup aktif dengan 358,60 juta saham diperdagangkan, frekuensi 41 ribu kali, dan nilai transaksi mencapai Rp388,77 miliar. Meski demikian, pergerakan IHSG terbilang beragam; 72 saham terkoreksi, 244 saham menguat, dan 284 saham stagnan.
Analisis Phintraco Sekuritas sebelumnya telah memprediksi potensi penguatan IHSG pekan ini, didorong masuknya beberapa saham ke indeks MSCI. Mereka memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang konsolidasi 7.480-7.680. Namun, peningkatan lebih lanjut perlu didukung oleh breakout yang dibarengi peningkatan volume transaksi. Meskipun beberapa data ekonomi domestik menunjukkan perbaikan dan sejumlah saham masuk indeks MSCI pada review kuartalan Agustus 2025, IHSG pekan lalu masih bergerak konsolidatif.

Perhatian pasar kini tertuju pada beberapa faktor kunci. Pertama, kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang ditunggu sebelum batas waktu 12 Agustus. Kedua, pertemuan antara Trump dan Putin pada 15 Agustus di Alaska, yang diharapkan dapat memicu negosiasi untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun. Ketiga, rilis data ekonomi penting dari AS, meliputi inflasi, penjualan ritel, produksi industri, dan indeks sentimen konsumen University of Michigan. Secara global, investor juga akan mencermati data produksi industri dan penjualan ritel Tiongkok, PDB Zona Euro, serta PDB Inggris. Dinamika global dan domestik ini akan menjadi penentu arah IHSG ke depan.

