Faktual News Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menorehkan prestasi gemilang pada sesi pertama perdagangan Senin, 14 Juli 2025. IHSG berhasil menutup sesi I dengan menguat 0,52 persen ke level 7.084,35, naik dari posisi pembukaan di 7.047,43. Pergerakan positif ini cukup menarik perhatian, mengingat sejumlah sektor justru mengalami pelemahan.
Data RTI Business mencatat transaksi cukup aktif dengan volume perdagangan mencapai 14,03 miliar saham, terjadi 1,09 juta kali transaksi, dan nilai transaksi mencapai Rp11,09 triliun. Meski demikian, gambaran pasar tidak sepenuhnya positif. Dari total saham yang diperdagangkan, 390 saham terkoreksi, 187 saham menguat, dan 223 saham stagnan.

Dominasi pelemahan terlihat di beberapa sektor unggulan. Sektor keuangan mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 1,70 persen, diikuti sektor non-siklikal (-0,86 persen), siklikal (-0,83 persen), dan industri (-0,21 persen). Teknologi (-0,19 persen), properti (-0,18 persen), dan kesehatan (-0,06 persen) juga ikut tertekan.
Namun, kejutan datang dari sektor-sektor lain yang justru menjadi penopang utama penguatan IHSG. Sektor infrastruktur memimpin dengan kenaikan impresif 3,98 persen, disusul energi (3,59 persen), bahan baku (1,68 persen), dan transportasi (0,10 persen). Kinerja sektor-sektor ini berhasil mengimbangi pelemahan di sektor lain, sehingga IHSG tetap berada di zona hijau.
Tren positif IHSG ini juga sejalan dengan penguatan indeks bursa Asia. Hang Seng Index naik 0,83 persen, Shanghai Composite Index menguat 0,43 persen, dan Nikkei 225 Index mencatatkan kenaikan tipis 0,01 persen. Pergerakan ini menunjukkan sentimen positif yang cukup luas di pasar regional. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk memahami faktor-faktor fundamental yang mendorong kinerja IHSG dan sektor-sektor pendukungnya.
