Faktual News Pagi ini, pasar saham Indonesia mengawali perdagangan dengan kabar menggembirakan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,24 persen, mencapai level 6.894,62, naik dari posisi penutupan sebelumnya di 6.878,05. Data dari RTI Business mencatat transaksi cukup aktif, dengan 191,33 juta saham diperdagangkan dalam 19 ribu kali transaksi, menghasilkan total nilai transaksi Rp138,68 miliar.
Pergerakan positif IHSG ini ditandai dengan dominasi saham hijau. Sebanyak 202 saham mencatatkan penguatan, sementara 73 saham terkoreksi dan 215 saham stagnan. Kenaikan ini sejalan dengan proyeksi CGS International Sekuritas Indonesia yang memprediksi IHSG akan bergerak variatif cenderung menguat, dengan support di kisaran 6.790-6.835 dan resistance 6.920-6.965.

Analis CGS melihat sentimen positif berasal dari penguatan indeks di Wall Street dan meredanya aksi jual investor asing. Namun, mereka juga menyoroti potensi sentimen negatif dari koreksi harga beberapa komoditas utama seperti emas, batu bara, CPO, tembaga, dan minyak mentah.
Meskipun demikian, CGS merekomendasikan beberapa saham dengan potensi cuan, antara lain INDF (Indofood Sukses Makmur), MEDC (Medco Energi Internasional), PGEO (Pertamina Geothermal Energy), MBMA (Merdeka Battery Materials), UNVR (Unilever Indonesia), dan INCO (Vale Indonesia). Para investor tentunya perlu mencermati perkembangan pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi.
