Faktual News IHSG berhasil menutup perdagangan hari Selasa, 5 Agustus 2025, dengan performa yang cukup menjanjikan. Meskipun 330 saham mengalami koreksi, indeks berhasil bertahan di zona hijau, menutup perdagangan di angka 7.515,18. Ini menunjukkan peningkatan sebesar 0,68 persen dari posisi pembukaan di level 7.464,64. Pergerakan ini cukup menarik perhatian, mengingat adanya tekanan dari sejumlah saham yang melemah.
Data dari RTI Business mencatat volume perdagangan yang signifikan, yaitu 28,34 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 2,01 juta kali. Nilai transaksi pun terbilang besar, mencapai Rp18,47 triliun. Meskipun terdapat sejumlah saham yang terkoreksi, jumlah saham yang menguat (274 saham) berhasil mengimbangi, dengan 200 saham lainnya stagnan.

Pergerakan indeks sektoral juga menunjukkan dinamika yang menarik. Mayoritas indeks mencatatkan penguatan, termasuk IDX30 (naik 0,82 persen ke 415,13), LQ45 (meningkat 1,07 persen ke 796,21), dan Sri-Kehati (naik 1,45 persen ke 360,92). Namun, JII mengalami pelemahan sebesar 0,38 persen, menutup perdagangan di angka 522,44.
Sektor siklikal menjadi bintang pada perdagangan hari ini, mengalami peningkatan signifikan sebesar 3,72 persen. Sektor keuangan, properti, dan teknologi juga mencatatkan penguatan yang cukup baik, masing-masing sebesar 1,32 persen, 1,11 persen, dan 0,95 persen. Sektor kesehatan, transportasi, dan non-siklikal juga turut berkontribusi positif terhadap penguatan IHSG. Di sisi lain, sektor bahan baku, industri, dan infrastruktur mengalami pelemahan.
Saham-saham seperti MNC Kapital Indonesia (BCAP), MD Entertainment (FILM), dan Multipolar (MLPL) tercatat sebagai top gainers. Sementara itu, TBS Energi Utama (TOBA), Darma Henwa (DEWA), dan Bali Towerindo Sentra (BALI) masuk dalam jajaran top losers. Adapun saham yang paling aktif diperdagangkan adalah Sentul City (BKSL), Multipolar (MLPL), dan Darma Henwa (DEWA). Pergerakan IHSG hari ini menunjukkan resiliensi pasar dalam menghadapi tekanan sektoral tertentu.
