Faktual News mengawali pekan ini dengan kabar menarik seputar IHSG. Pergerakan indeks pada Senin pagi (16/6) terpantau cukup dinamis. Setelah dibuka sedikit melemah di angka 7.158,90, IHSG berhasil bangkit dan menghijau, menutup perdagangan sesi awal di level 7.174,30 atau naik 0,11 persen.
Aktivitas perdagangan terbilang cukup ramai. Data RTI Business mencatat volume transaksi mencapai 422,86 juta saham dengan frekuensi 41 ribu kali transaksi, menghasilkan nilai transaksi total Rp379,48 miliar. Dari sisi saham, 181 saham menguat, 137 saham terkoreksi, dan 272 saham stagnan.

Namun, di balik pergerakan positif ini, ada sentimen negatif yang mengintai. Analisis teknikal dari Panin Sekuritas memprediksi potensi pelemahan IHSG dalam rentang 7.000-7.081, bahkan hingga menyentuh angka psikologis 7.000. Ketegangan geopolitik AS-Iran, ketidakpastian negosiasi dagang global menjelang tenggat 9 Juli, dan kenaikan harga minyak menjadi faktor penghambat. Pelemahan harga komoditas juga diperkirakan akan menekan sektor-sektor terkait di pasar domestik. Meskipun demikian, dukungan MA50 di level 6.909 diharapkan mampu menahan penurunan yang lebih dalam. Pergerakan IHSG selanjutnya patut dinantikan, mengingat sejumlah faktor eksternal dan internal yang masih mempengaruhi kinerja pasar.
