Faktual News Analisis teknikal dari MNC Sekuritas menunjukkan potensi penguatan berkelanjutan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, 11 Juli 2025. IHSG diperkirakan mampu mencapai kisaran 7.035-7.050, didorong oleh penutupan positif kemarin yang mencapai 7.005 (naik 0,88 persen) dengan dominasi volume pembelian. Momentum positif ini membuka peluang investasi menarik.
Namun, sukses berinvestasi membutuhkan strategi tepat. MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang layak dipertimbangkan:

1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Buy on Weakness
BBCA, yang kemarin ditutup menguat 1,18 persen di harga 8.600, masih menunjukkan dominasi pembelian. Selama harga bertahan di atas 8.425 (stoploss), BBCA diperkirakan berada di awal wave [b] dari wave 2. Strategi buy on weakness direkomendasikan pada rentang 8.475-8.575, dengan target harga 8.750 dan 8.950.
2. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS): Buy on Weakness
BRIS mencatatkan kenaikan signifikan 3,83 persen ke level 2.710, didukung peningkatan volume pembelian dan menembus MA60. Analisis MNC Sekuritas menempatkan BRIS pada wave (c) dari wave [b]. Rekomendasi buy on weakness diberikan pada rentang 2.610-2.680, dengan target harga 2.760 dan 2.830. Stoploss berada di bawah 2.540.
3. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Spec Buy
BRMS mengalami koreksi 0,50 persen ke harga 402, meski disertai peningkatan tekanan jual. MNC Sekuritas memperkirakan BRMS berada pada wave [c] dari wave 2, masih berpotensi menguat. Rekomendasi spec buy diberikan pada rentang 394-402, dengan target harga 432 dan 448. Stoploss berada di bawah 388.
4. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC): Buy on Weakness
MEDC terkoreksi 0,40 persen ke 1.255, namun tetap didominasi volume pembelian. MNC Sekuritas melihat MEDC berada di awal wave [c] dari wave 2, dengan potensi penguatan berkelanjutan. Rekomendasi buy on weakness diberikan pada rentang 1.230-1.255, dengan target harga 1.290 dan 1.340. Stoploss berada di bawah 1.220.
Informasi ini bertujuan edukasi dan bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab pembaca.

