Faktual.news – Perubahan komposisi dalam Kabinet Merah Putih kembali terjadi. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) yang baru. Penunjukan ini menandai berakhirnya masa jabatan Agus Gumiwang Kartasasmita di kursi kementerian tersebut. Langkah strategis ini memicu perhatian publik, mengingat sosok Sarmuji memiliki rekam jejak yang cukup panjang di dunia politik dan parlemen.
Sebelum dipercaya memegang kendali sektor industri nasional, Sarmuji merupakan tokoh kunci di internal Partai Golkar. Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar untuk periode 2024-2029. Selain itu, ia juga memegang peran krusial sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI. Transisi dari politisi senior menjadi menteri ini dianggap sebagai langkah penting dalam memperkuat struktur kabinet saat ini.

Lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 10 Juni 1974, perjalanan hidup Sarmuji mencerminkan dedikasi pada dunia organisasi. Ia mengawali pendidikan tingginya di Universitas Jember dengan mengambil jurusan Manajemen pada tahun 1992. Ketertarikannya pada manajemen ekonomi membawanya meraih gelar sarjana pada tahun 2000, yang kemudian ia perdalam dengan mengambil gelar Master Administrasi Bisnis di Universitas Indonesia pada tahun 2006.
Kiprah kepemimpinannya sudah terasah sejak masa kuliah melalui Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Sarmuji pernah menjabat sebagai Ketua Umum HMI Cabang Jember sebelum akhirnya naik ke level nasional sebagai Ketua Bidang PPN di Pengurus Besar HMI. Pengalaman organisasi ini terus berlanjut di berbagai wadah kepemudaan, mulai dari KNPI hingga menjadi Sekretaris Jenderal PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).
Dunia parlemen menjadi panggung utama bagi Sarmuji dalam merumuskan kebijakan negara. Ia pertama kali menembus kursi DPR RI pada Pemilu 2014 melalui daerah pemilihan Jawa Timur VI. Selama masa jabatannya, Sarmuji menunjukkan fleksibilitas yang tinggi dengan berpindah dari Komisi VI yang membidangi industri dan perdagangan, ke Komisi IX yang mengurus tenaga kerja, hingga ke Komisi XI yang menangani sektor keuangan.
Salah satu pencapaian gemilangnya adalah saat ia menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI pada 2018. Dalam posisi tersebut, ia berperan aktif dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan, sebuah regulasi vital yang menjadi fondasi penanganan kesehatan nasional.
Kembalinya Sarmuji ke Senayan pada Pemilu 2019 dengan perolehan suara yang melonjak drastis menjadi bukti kepercayaan konstituen yang kuat terhadap dirinya. Dengan pengalaman luas di bidang legislasi, manajemen organisasi, dan pemahaman mendalam mengenai sektor industri melalui Komisi VI, kini publik menanti gebrakan apa yang akan dibawa oleh Sarmuji untuk memajukan sektor perindustrian Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.


