Faktual.news – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan langkah strategis dalam memperkuat struktur pemerintahan melalui perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih. Dalam keputusan terbaru yang diambil pada Kamis (1/10), Presiden resmi melantik Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) yang baru. Langkah ini menandai babak baru dalam pengelolaan sektor kelautan Indonesia di bawah kepemimpinan pemerintahan saat ini.
Penunjukan Irwan Meilano ini secara resmi tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 104 P Tahun 2026. Keputusan tersebut mengatur mengenai pemberhentian serta pengangkatan menteri dan wakil menteri negara dalam Kabinet Merah Putih untuk masa bakti 2024-2029. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Istana Kepresidenan tersebut menjadi momentum penting bagi Irwan untuk mengemban amanah besar bagi bangsa.

Dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan, Irwan Meilano menyatakan komitmen penuhnya untuk mengabdi kepada negara. Dengan penuh khidmat, ia berjanji akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta berkomitmen menjalankan seluruh peraturan perundang-undangan dengan penuh integritas. Ia menegaskan bahwa dalam menjalankan tugasnya nanti, ia akan menjunjung tinggi etika jabatan dan bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab demi kepentingan bangsa dan negara.
Sosok Irwan Meilano bukanlah orang baru dalam dunia intelektual Indonesia. Sebelum dipercaya masuk ke dalam jajaran pemerintahan, ia dikenal luas sebagai akademisi berprestasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Saat ini, ia mengemban tanggung jawab sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WRAM) ITB untuk periode 2025-2030. Keahliannya di bidang kebumian juga tidak perlu diragukan, mengingat ia merupakan Guru Besar di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) serta aktif dalam Kelompok Keahlian Sistem Spasial dan Kadaster.
Rekam jejak pendidikan Irwan mencerminkan kualitas intelektual yang mumpuni. Ia menamatkan studi Sarjana Teknik di ITB pada tahun 1997, sebelum kemudian terbang ke Negeri Sakura untuk menempuh pendidikan lanjutan. Di Nagoya University, Jepang, ia berhasil meraih gelar Master pada tahun 2003 dan menyelesaikan gelar Doktor pada tahun 2006. Pengalaman internasional ini diharapkan dapat membawa perspektif global dalam mengelola kekayaan laut Indonesia.
Tak hanya unggul secara akademis, karier Irwan juga dihiasi dengan berbagai penghargaan bergengsi. Ia pernah meraih Indroyono Susilo Award pada tahun 2019, menerima Satyalancana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden RI pada 2020, hingga predikat Young Inspirational Geospatial pada 2023. Dengan latar belakang ilmu geospasial dan pengalaman kepemimpinan di kampus, kehadiran Irwan di Kementerian Kelautan dan Perikanan diharapkan mampu memberikan inovasi berbasis data dan teknologi untuk kemajuan sektor maritim tanah air.


