faktual.news – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto baru saja mengukir sejarah baru di sektor energi nasional. Bertempat di Kabupaten Jembrana Bali pada Selasa 25 Agustus, Kepala Negara secara resmi meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya PLTS berkapasitas kolosal 100 Gigawatt peak GWp. Langkah monumental ini digadang-gadang sebagai tonggak krusial bagi Indonesia dalam mewujudkan cita-cita kemandirian energi.
Dalam pidato pembukaannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa proyek raksasa ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur biasa. Lebih dari itu, PLTS 100 GWp adalah manifestasi konkret dari komitmen bangsa untuk mencapai kedaulatan energi penuh. Ia menekankan betapa vitalnya inisiatif ini dalam menjamin pasokan energi berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia di masa depan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi turut memberikan keterangan terkait latar belakang program ambisius ini. Menurutnya proyek PLTS Jembrana merupakan bagian integral dari Klaster Kemandirian Energi dan Air dalam Program Kerja Prioritas Nasional. Inisiatif ini dirancang khusus untuk memperkokoh fondasi ketahanan energi nasional sekaligus secara signifikan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap sumber energi fosil yang tidak terbarukan. Dengan demikian Indonesia siap melangkah menuju era energi bersih yang lebih mandiri dan lestari.


