faktual.news – Duka menyelimuti Desa Adat Sade di Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat setelah musibah kebakaran hebat meluluhlantakkan kawasan bersejarah itu pada Sabtu malam. Seluruh rumah adat yang menjadi ciri khas desa ini hangus tak bersisa, menyisakan puing dan kesedihan mendalam bagi ratusan warga. Namun, di tengah kepiluan, secercah harapan muncul seiring keseriusan pemerintah pusat untuk segera melakukan rekonstruksi dan pemulihan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pembahasan detail mengenai rencana pembangunan kembali Desa Adat Sade sedang dimatangkan. "Kebakarannya baru dua hari, tentu akan segera dibahas untuk rekonstruksi," ujarnya di Jakarta. Airlangga menambahkan, koordinasi intensif akan dilakukan bersama kementerian teknis terkait untuk memastikan proses perbaikan berjalan optimal. Tak hanya pembangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan skema rehabilitasi pembiayaan khusus bagi pelaku UMKM di Desa Sade yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pariwisata. Alokasi anggaran untuk pemulihan ini akan dibicarakan langsung dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Senada dengan itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan kesiapan pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai lembaga untuk memulihkan sektor pariwisata Kampung Adat Sade. "Prioritas kami adalah masyarakat. Setelah kondisi darurat tertangani, kita akan bersama-sama memikirkan pemulihannya. Kami ingin Sade bangkit kembali tanpa kehilangan jati dirinya sebagai ruang hidup dan warisan budaya masyarakat Sasak," tegas Widiyanti. Komitmen ini menunjukkan bahwa Desa Adat Sade akan dibangun kembali secepatnya, dengan tetap menjaga keaslian dan nilai-nilai budayanya.
Data menunjukkan, sebanyak 129 rumah adat yang menggunakan atap ilalang dan dinding bambu menjadi korban keganasan api, rata dengan tanah dalam sekejap. Material bangunan tradisional yang mudah terbakar menjadi salah satu faktor cepatnya api menjalar. Pasca-insiden, bantuan berupa makanan, selimut, dan tenda terus mengalir untuk membantu warga yang kehilangan tempat tinggal. Sebagian besar mengungsi ke rumah sanak saudara, menunjukkan solidaritas kuat di tengah masyarakat.
Ketua Pokdarwis Desa Adat Sade, Sanah Ardinata, mengungkapkan kesedihan mendalam atas musibah ini. "Kami kehilangan rumah dan juga lapangan pekerjaan," tuturnya. Ia berharap Desa Adat Sade dapat segera dibangun kembali, mengingat pentingnya kampung ini sebagai salah satu desa adat Suku Sasak yang masih bertahan di Pulau Lombok. "Ini adalah kebanggaan kami, warisan leluhur yang tak ternilai," imbuhnya.
Desa Adat Sade selama ini dikenal sebagai magnet wisata utama di Lombok, memukau pengunjung dengan tradisi, kerajinan, dan kehidupan masyarakat Suku Sasak yang otentik. Kehilangan ini bukan hanya kerugian material, melainkan juga pukulan telak bagi warisan budaya. Namun, dengan dukungan penuh pemerintah dan semangat gotong royong, Desa Adat Sade diharapkan dapat segera bangkit dan kembali memancarkan pesonanya sebagai permata budaya Lombok.


