Faktual News – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan taringnya pada Senin, 23 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup perkasa di level 8.396,08, melonjak signifikan 1,50 persen dari penutupan sebelumnya di 8.271,76. Kinerja impresif ini menandai hari yang cerah bagi para pelaku pasar, didorong oleh sentimen positif yang meluas.
Berdasarkan data statistik dari RTI Business, dominasi saham yang menguat sangat terasa. Tercatat sebanyak 468 saham berhasil membukukan kenaikan, jauh melampaui 206 saham yang terkoreksi, sementara 142 saham lainnya tetap tidak berubah. Aktivitas perdagangan juga sangat tinggi, dengan total 49,60 miliar saham berpindah tangan dalam 3,04 juta kali frekuensi, menghasilkan nilai transaksi fantastis mencapai Rp24,16 triliun. Angka ini mengindikasikan minat investor yang kuat dan likuiditas pasar yang terjaga.

Tak hanya IHSG, seluruh indeks utama domestik juga kompak menghijau, mencerminkan penguatan pasar yang merata. Indeks IDX30 memimpin dengan kenaikan 1,88 persen menjadi 444,82, diikuti oleh LQ45 yang meningkat 1,49 persen ke 847,76. Indeks berbasis syariah, JII, juga melesat 2,07 persen menjadi 571,73, dan Sri-Kehati menguat 1,68 persen menjadi 387,33.
Penguatan ini merata di semua sektor industri. Sektor bahan baku menjadi jawara dengan kenaikan 3,31 persen, disusul sektor transportasi yang melesat 3,09 persen. Sektor industrial menguat 1,73 persen, sementara sektor keuangan dan energi sama-sama naik 1,67 persen. Sektor siklikal juga tak ketinggalan dengan kenaikan 1,52 persen. Kontribusi positif juga datang dari sektor infrastruktur (1,07 persen), non-siklikal (1,02 persen), teknologi (0,94 persen), kesehatan (0,74 persen), dan properti (0,55 persen).
Di tengah gemerlapnya bursa, beberapa saham berhasil mencuri perhatian investor. PT Bank Mega Tbk (MEGA) memimpin daftar top gainers, diikuti oleh PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM), dan PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE). Kinerja cemerlang saham-saham ini menjadi penopang utama penguatan IHSG.
Namun, tidak semua saham bernasib sama. Beberapa saham mengalami tekanan jual yang signifikan, di antaranya PT Hillcon Tbk (HILL), PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI), dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) yang masuk daftar top losers.
Sementara itu, saham-saham yang paling aktif diperdagangkan, menunjukkan minat investor yang tinggi, adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Hillcon Tbk (HILL) – menariknya, saham ini juga tercatat sebagai salah satu top loser, mengindikasikan volatilitas tinggi dan aktivitas jual beli yang agresif – serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Editor: Galih Pratama

