Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Waktu Indonesia Manfaatkan Bonus Demografi Menipis

    14-10-2026 - 05.55

    Misteri Ekonomi Abu-Abu di Indonesia

    14-10-2026 - 05.20

    Pemerintah Siapkan HP Gratis Untuk Bansos

    14-10-2026 - 02.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Waktu Indonesia Manfaatkan Bonus Demografi Menipis
    • Misteri Ekonomi Abu-Abu di Indonesia
    • Pemerintah Siapkan HP Gratis Untuk Bansos
    • Riyadh Lumpuh Akibat Serangan Rudal
    • Buruh Gelombang Besar Bakal Turun ke Jalan
    • Strategi Hilirisasi Dorong Ekonomi Indonesia
    • Status Kerja Karyawan PT Pos Jadi Sorotan
    • Penyebab Antrean BBM di Bali Terungkap
    Faktual News
    Home - Market - Misteri Ekonomi Abu-Abu di Indonesia
    Market

    Misteri Ekonomi Abu-Abu di Indonesia

    14-10-2026 - 05.2003 Mins Read0
    misteri ekonomi abu abu di indonesia

    Faktual.news – Fenomena ekonomi bawah tanah atau yang dikenal dengan istilah gray market kini menjadi sorotan tajam di tengah upaya pemerintah memperkuat struktur fiskal negara. Hashim Djojohadikusumo, yang menjabat sebagai Dewan Penasihat Prasasti Center for Policy Studies, mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai besarnya potensi pendapatan negara yang hilang akibat aktivitas ekonomi yang tidak tercatat.

    Dalam sebuah forum diskusi bertajuk Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 yang digelar di Jakarta Selatan, Hashim memaparkan bahwa sekitar 40 persen dari total aktivitas perekonomian di Indonesia saat ini belum tersentuh oleh sistem perpajakan. Hal ini menunjukkan adanya celah besar dalam pengawasan transaksi keuangan yang terjadi di tengah masyarakat.

    Misteri Ekonomi Abu-Abu di Indonesia
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Merujuk pada data yang dirilis oleh Bank Dunia, estimasi ekonomi abu-abu di tanah air diperkirakan mencapai angka 35 hingga 40 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB). Jika dikonversikan ke dalam nilai mata uang, angka tersebut setara dengan US$1,5 triliun atau mencapai ribuan triliun rupiah. Bahkan, Hashim menambahkan bahwa Bank Dunia meyakini angka riil dari aktivitas ekonomi yang tidak terdeteksi ini bisa melonjak hingga menyentuh angka 45 persen.

    Untuk memberikan gambaran sederhana kepada publik mengenai bagaimana fenomena ini bekerja, Hashim memberikan ilustrasi dari kehidupan sehari-hari. Ia mencontohkan penggunaan jasa tukang cukur panggilan yang datang langsung ke rumahnya. Dalam transaksi tersebut, tidak ada faktur atau invoice yang diterbitkan, dan tidak ada pula pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen sebagaimana yang diatur dalam ketentuan perpajakan formal.

    "Saya cukup beruntung karena tukang cukur saya datang ke rumah. Ketika saya membayar jasanya, dia tidak memberikan faktur. Saya membayarnya tanpa menerima faktur dan dia tidak memungut PPN sebesar 11 persen," ungkap adik dari Presiden Prabowo Subianto tersebut.

    Kondisi ini mencerminkan betapa luasnya sektor informal yang beroperasi di luar radar pengawasan otoritas pajak. Transaksi-transaksi kecil hingga menengah yang dilakukan secara tunai dan tanpa dokumentasi resmi inilah yang secara akumulatif menciptakan kebocoran pendapatan negara yang sangat masif.

    Menanggapi tantangan besar tersebut, pemerintah dilaporkan tengah melakukan langkah agresif untuk menutup celah kebocoran tersebut. Salah satu strategi utama yang sedang dijalankan adalah melalui digitalisasi sistem perpajakan. Hashim menjelaskan bahwa implementasi sistem pemungutan pajak berbasis elektronik kini sudah mulai dioperasikan.

    Menurutnya, transformasi digital ini bertujuan untuk meminimalisir intervensi manusia dan meningkatkan akurasi pencatatan. "Saat ini program tersebut sudah mulai berjalan sejak sekitar satu atau dua minggu lalu. Perpajakan elektronik kini ditangani oleh mesin. Mesin-mesin tersebut akan memungut pajak, penerimaan negara, dan royalti," jelasnya.

    Langkah otomatisasi melalui mesin dan sistem digital diharapkan dapat menjaring lebih banyak transaksi dari sektor yang selama ini sulit dijangkau, sehingga penerimaan negara dapat lebih optimal untuk mendanai berbagai program pembangunan nasional.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Waktu Indonesia Manfaatkan Bonus Demografi Menipis

      14-10-2026 - 05.55

      Pemerintah Siapkan HP Gratis Untuk Bansos

      14-10-2026 - 02.55

      Riyadh Lumpuh Akibat Serangan Rudal

      14-10-2026 - 02.20

      Buruh Gelombang Besar Bakal Turun ke Jalan

      13-10-2026 - 23.55

      Strategi Hilirisasi Dorong Ekonomi Indonesia

      13-10-2026 - 23.20

      Status Kerja Karyawan PT Pos Jadi Sorotan

      13-10-2026 - 21.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Waktu Indonesia Manfaatkan Bonus Demografi Menipis
      • Misteri Ekonomi Abu-Abu di Indonesia
      • Pemerintah Siapkan HP Gratis Untuk Bansos
      • Riyadh Lumpuh Akibat Serangan Rudal
      • Buruh Gelombang Besar Bakal Turun ke Jalan

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.