Faktual.news – Situasi keamanan di Arab Saudi tengah mengalami eskalasi yang cukup serius menyusul serangan rudal yang menyasar fasilitas bandara di ibu kota Riyadh. Insiden yang terjadi pada akhir pekan lalu ini memicu gelombang pembatalan penerbangan besar-besaran oleh sejumlah maskapai internasional. Gangguan operasional tidak hanya melanda Riyadh, tetapi juga merambat ke kota-kota penting lainnya seperti Jeddah dan Dammam.
Berdasarkan informasi terbaru, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dijadwalkan tetap ditutup untuk sementara waktu. Penutupan ini merupakan respons langsung terhadap rangkaian serangan yang diduga kuat dilakukan oleh kelompok Houthi dari Yaman yang memiliki keterkaitan dengan Iran. Kondisi ini menciptakan ketidakpastian bagi industri penerbangan global yang melayani kawasan tersebut.

Data dari perusahaan analitik penerbangan, Cirium, menunjukkan dampak yang sangat masif terhadap jadwal penerbangan di Arab Saudi. Pada Senin (12/10), tercatat sebanyak 486 dari total 1.048 keberangkatan yang dijadwalkan di seluruh bandara Arab Saudi mengalami pembatalan atau tidak beroperasi. Angka ini menunjukkan bahwa hampir separuh atau sekitar 46,4 persen dari total penerbangan lumpuh total.
Kondisi yang lebih parah sempat terjadi pada hari Minggu (11/10). Saat itu, sebanyak 623 penerbangan dari 1.096 jadwal yang ada dinyatakan batal. Di Bandara King Khalid sendiri, hampir seluruh jadwal penerbangan terdampak, di mana 353 dari 354 keberangkatan yang direncanakan gagal terbang.
Menanggapi ketidakpastian keamanan ini, banyak maskapai mengambil langkah preventif dengan memperpanjang masa penangguhan rute mereka. Bahkan, beberapa maskapai memutuskan untuk menunda pembukaan rute baru hingga tahun-tahun mendatang. Berikut adalah daftar maskapai yang terdampak langsung:
- Air France-KLM: Memperpanjang penangguhan rute ke dan dari Riyadh hingga akhir Oktober 2026.
- Air India: Menangguhkan layanan ke Riyadh hingga 15 Oktober 2026.
- Akasa Air: Menangguhkan penerbangan ke Riyadh dan Jeddah hingga 13 Oktober 2026.
- Cathay Pacific: Menunda pembukaan kembali rute Hong Kong-Riyadh dan Hong Kong-Dubai hingga 31 Januari 2027.
- Delta Air Lines: Menunda peluncuran rute Atlanta-Riyadh hingga Maret 2027.
- Emirates: Membatalkan sejumlah penerbangan rute Dubai-Riyadh pada 13 Oktober, termasuk nomor penerbangan EK815, EK817, dan EK819.
- Etihad Airways: Membatalkan seluruh penerbangan Abu Dhabi-Riyadh dan Abu Dhabi-Dammam hingga 19 Oktober 2026.
- Flydubai: Memperpanjang pembatalan ke Riyadh, Dammam, dan Abha hingga 19 Oktober 2026.
- Gulf Air: Membatalkan penerbangan dari dan menuju Riyadh pada periode 12-17 Oktober 2026.
- IndiGo: Memperpanjang pembatalan ke Riyadh dan Dammam hingga 15 Oktober 2026.
- Lufthansa Group: Membatalkan seluruh penerbangan ke Riyadh hingga 16 Oktober 2026.
- Philippine Airlines: Memperpanjang penangguhan rute ke Riyadh hingga 29 November 2026.
- Qatar Airways: Menangguhkan sementara layanan ke Riyadh dan Dammam tanpa tanggal kepastian pembukaan kembali.
- Air Arabia: Membatalkan sejumlah penerbangan dari Sharjah ke Riyadh dan Abha pada 13 Oktober.
Meskipun banyak pembatalan terjadi, penting untuk dicatat bahwa tidak semua rute ke Arab Saudi terhenti. Beberapa layanan masih tetap beroperasi sesuai jadwal normal. Oleh karena itu, para penumpang sangat disarankan untuk selalu melakukan pengecekan status penerbangan secara mandiri melalui kanal resmi masing-masing maskapai sebelum melakukan perjalanan ke bandara guna menghindari kendala di lapangan.


