Faktual.news – Upaya memperkuat ketahanan energi nasional terus digenjot oleh sektor hulu migas tanah air. Langkah nyata baru saja diambil oleh PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE LPB) dengan memulai operasi pengeboran eksplorasi pada Sumur Tingkilan-001 (TKLN-001). Kegiatan ambisius ini berlokasi di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Proyek pengeboran ini merupakan bagian dari strategi besar PHE LPB dalam mengeksplorasi potensi hidrokarbon di Wilayah Kerja (WK) Maratua. Berdasarkan analisis geologi dan data bawah permukaan yang mendalam, perusahaan membidik Formasi Menumbar sebagai target utama untuk menemukan sumber daya energi baru. Operasi ini menggunakan Rig PDSI #21.2 dengan kapasitas 700 HP yang bekerja secara vertikal. Target kedalaman pengeboran dipatok mencapai 1.574 meter measured depth (mMD) atau setara dengan 1.554 meter true vertical depth subsea (mTVDSS).

Manager Drilling Zona 10, Muhdi Rizal, mengungkapkan bahwa langkah ini bukan sekadar rutinitas teknis, melainkan langkah strategis perusahaan. Menurutnya, investasi berkelanjutan dalam kegiatan eksplorasi sangat krusial untuk menemukan cadangan migas baru guna menjaga stabilitas produksi nasional. "Melalui eksplorasi Tingkilan-001, kami menaruh harapan besar dapat menambah cadangan migas yang nantinya akan berkontribusi langsung pada ketersediaan dan ketahanan energi di Indonesia," tegas Rizal.
Menyadari pentingnya aspek sosial, PHE LPB tidak hanya fokus pada teknis pengeboran, tetapi juga membangun komunikasi intensif dengan warga setempat. Sebelum mesin bor mulai bekerja, perusahaan telah melakukan rangkaian sosialisasi kepada pemerintah daerah, perangkat kecamatan, hingga tokoh adat dan agama di Desa Mangkupadi. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh pemangku kepentingan memahami rencana kerja serta standar keselamatan yang diterapkan selama operasi berlangsung.
Theodorus Rendhi, selaku Manager Exploration Planning & Operation Regional 3, menekankan bahwa dukungan masyarakat adalah kunci keberhasilan proyek ini. Ia menyebutkan bahwa sinergi antara perusahaan dan warga akan memastikan kegiatan berjalan aman dan memberikan dampak positif bagi wilayah sekitar. Senada dengan hal tersebut, pihak Kecamatan Tanjung Palas Timur turut menyatakan dukungannya, sembari berharap koordinasi antara korporasi dan masyarakat tetap terjaga dengan harmonis.
Sebagai wujud nyata kepedulian sosial, PHE LPB juga menyalurkan bantuan kepada 20 anak yatim dan kaum dhuafa di Desa Mangkupadi sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan. Sebagai bagian dari Zona 10 Subholding Upstream Regional 3 di bawah naungan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), PHE LPB berkomitmen untuk terus menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, mulai dari sektor ekonomi hingga pendidikan, selaras dengan target pembangunan berkelanjutan (SDGs).


