Faktual.news – Kabar baik menyelimuti warga Kota Batam setelah mengalami gangguan pasokan listrik selama beberapa hari terakhir. Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, mengonfirmasi bahwa kondisi kelistrikan di wilayah tersebut kini telah pulih sepenuhnya atau mencapai 100 persen. Pemulihan ini merupakan hasil dari penanganan intensif yang dilakukan oleh tim teknis PLN Batam guna mengatasi gangguan yang melanda sejak Senin (12/10).
Gangguan listrik yang sempat terjadi telah memberikan dampak yang cukup signifikan bagi berbagai sektor di Batam. Mulai dari aktivitas harian masyarakat, kualitas pelayanan publik, hingga roda kegiatan dunia usaha sempat mengalami hambatan. Bagi Amsakar, fokus utama pemerintah bukan hanya sekadar menyalakan kembali aliran listrik, melainkan memastikan seluruh sendi kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan normal.

"Berdasarkan informasi terbaru yang kami terima, kondisi kelistrikan Batam sudah pulih 100 persen," tegas Amsakar dalam keterangan resminya pada Rabu (14/10). Ia menambahkan bahwa pihaknya terus mengawal setiap tahapan pemulihan agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi kembali secara stabil.
Amsakar juga memberikan apresiasi tinggi kepada tim teknis PLN Batam yang telah bekerja keras di lapangan. Sejak awal gangguan, BP Batam telah melakukan koordinasi intensif dengan jajaran Direksi PLN Batam untuk mendorong percepatan penanganan. Menurutnya, koordinasi yang cepat sangat krusial mengingat dampak gangguan ini dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.
Untuk memastikan dampak gangguan tidak meluas, BP Batam melalui Kedeputian Bidang Investasi yang dipimpin oleh Fary Djemy Francis melakukan peninjauan langsung ke berbagai titik strategis pada Selasa pagi (14/10). Tim turun ke kawasan industri, lokasi pelaku UMKM, hingga fasilitas publik seperti rumah sakit untuk mendengarkan langsung kendala yang dihadapi para pelaku usaha.
"Kami ingin memastikan masyarakat dan pelaku usaha tidak menghadapi kesulitan ini sendirian. Kehadiran kami adalah untuk mendengar dan memberikan solusi," ujar Fary.
Meski listrik telah kembali normal, tantangan belum sepenuhnya usai. Sektor distribusi air bersih masih dalam proses pemulihan karena operasionalnya sangat bergantung pada pasokan listrik dan stabilitas tekanan di jaringan perpipaan. Berdasarkan data per Rabu (14/10) pukul 06.00 WIB, sekitar 80 hingga 85 persen pelanggan telah kembali menerima aliran air pada elevasi normal.
Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menjelaskan bahwa proses pengisian kembali jaringan perpipaan membutuhkan waktu agar tekanan dan volume air kembali stabil. Wilayah yang berada di area tinggi atau di ujung jaringan diprediksi akan membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali normal.
Sebagai langkah antisipasi, BP Batam telah menyiapkan 319 unit mobil tangki untuk menyalurkan air bersih secara darurat. Prioritas bantuan akan diberikan kepada fasilitas kesehatan, rumah sakit, rumah ibadah, serta permukiman warga yang masih mengalami kendala distribusi. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi terkait perkembangan pemulihan layanan di wilayah masing-masing.


